Kinerja PT BPR Tilatang Kamang, Asset Tumbuh, Labanya Meningkat

19

Melorotnya ekonomi akibat pandemiCovid-19 tak selalu memukul telak kinerja lembaga keuangan. Buktinya, PT BPR Tilatang Kamang dalam kondisi sulit seperti itu masih mampu menghasilkan pertumbuhan asset, peningkatan realisasi kredit, penambahan Dana Pihak Ketiga serta meningkatkan realisasi laba.

“Alhamdulillah didalam kondisi ekonomi sulit ditahun 2020 kita di BPR Tilatang Kamang masih mampu menghasilkan kinerja yang baik dan seluruh indikator kinerja masih tetap bertumbuh. Total asset tercapai Rp 31,17 miliar, realisasi Kredit sebesar Rp 15,70 miliar, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 24,41 miliar. Sementara kualitas usahapun kian membaik seiring makin bagusnya pencapaian ratio BOPO (Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional) dan Return on Asset (RoA). BOPO tercapai 82,27 persen dan RoA tercapai Ratio 2,11 persen dan laba bersih usaha naik dari Rp 601 Juta ditahun 2019 menjadi Rp 630 juta ditahun 2020,” ungkap Direktur Utama PT BPR Tilatang Kamang Deli Yanti didampingi Direkturnya Ria Setiawan kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Deli Yanti, kerja keras dan ketepatan strategis menjadi kata kunci untuk bisa tetap mempertahankan kinerja. “Kami di BPR Tilatang Kamang selain terus menarget pertumbuhan asset, pengendalian biaya juga musti dilakukan untuk memaksimalkan kinerja laba. Memang langkah ini berat, namun berkat kerja keras team work skenario itu dapat berjalan dengan baik,” ujar Deli Yanti.

Asset

Secara kinerja Asset dari audit yang dilakukan akuntan public Chaeroni Per 31 Desember 2020, PT BPR Tilatang Kamang masih bertumbuh meskipun pertumbuhannya mulai melandai. Total asset sepanjang tahun 2020 tercapai tercatat sebesar Rp 31,17 miliar atau tumbuh dibandingkan realisasi asset tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 30,16 miliar.

Bertumbuhnya kinerja asset ditahun 2020 sama sama dikontribusi oleh masih baiknya kinerja kredit dan bidang dana di BPR Tilatang Kamang. Kedua fungsi utama ini sama sama masih bertumbuh.

Dana dan Surplus Likuiditas

Kinerja bidang tresurry atau bidang dana di BPR Tilatang Kamang tahun 2020 terbilang bagus. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 24,41 miliar atau tumbuh dibandingkan tahun 2019 yang lalu dengan realisasi sebesar Rp 23,71 miliar.

Dari dua produk penghimpun dana, produk tabungan lebih mendominasi terutama dalam pemenuhan kebutuhan dana di BPR Tilatang Kamang. Total dana tabungan yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 17,1 miliar atau tumbuh secara year on year dengan realisasi dana tabungan tahun 2019 yang lalu sebanyak Rp 15,56 miliar. Sedangkan dana deposito selama tahun 2020 terhimpun sebanyak Rp 7,06 miliar.

Bertumbuhnya dana dan relative sulitnya distribusi kredit ditahun 2020 membuat PT BPR Tilatang Kamang mengalami surplus likuiditas. Selain Cash Ratio yang menebal, penempatan dana antar bank pun meningkat dari Rp 13,5 miliar ditahun 2019 menjadi Rp 13,87 miliar ditahun 2020.

Baca Juga:  Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, PLN Sumbar Sebar 7.500 Paket Sembako 

Sementara itu beban bunga tumbuh melandai dari Rp 677 juta ditahun 2019 menjadi Rp 692 juta ditahun 2020 seiring bertambahnya Dana Pihak Ketiga.

“Khusus untuk dana kita di BPR Tilatang Kamang memang lebih banyak bertumpu pada dana tabungan. Hampir 70 persen dari total Dana Pihak Ketiga yang dihimpun itu bersumber dari dana tabungan. Inipulah yang membuat cost of fund lebih efektif,” ujar Deli Yanti yang juga bendahara Asosiasi BPR Binaan Bank Nagari.

Kredit

Tak jauh berbeda dengan lembaga keuangan lainnya, kinerja kredit pada BPR Tilatang kamang di tahun 2020 tumbuh melandai. Total kredit yang mampu disalurkan sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 15,70 miliar atau tumbuh melandai dibandingkan realisasi kredit tahun 2019 yang lalu dengan capaian Rp 15,45 miliar.

Tumbuh melandainya kinerja kredit berbanding lurus dengan pendapatan yang mampu dibukukan. Total pendapatan bunga yang mampu dibukukan ditahun 2020 tercatat sebanyak Rp 3,46 miliar dan pendapatan lain lain tercatat sebanyak Rp 192 juta. Artinya, total pendapatan yang sepanjang tahun 2020 berhasil dibukukan sebanyak Rp 3,65 miliar.

Kualitas Aktiva

Selain sukses mempertahankan pertumbuhan asset, PT BPR Tilatang Kamang ditahun 2020 juga kian berhasil menjaga serta meningkatkan kualitas usahanya. Sejumlah indikator kualitas aktiva produktif terlihat makin bagus dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

Sebut saja dari ratio biaya. Ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan menjadi 82,27 persen. Capaian ini terbilang sangat bagus apalagi ditahun 2020 kondisi ekonomi sangat tak menguntung dan biaya cendrung melambung. Sementara itu realisasi ratio Return on Asset sebesar 2,11 kali.

“Asset yang bertumbuh, kredit yang meningkat dan biaya yang terkendali inilah membuat laba bersih usaha meningkat dari Rp 601 juta ditahun 2019 menjadi Rp 630 juta ditahun 2020,” ujar Deli Yanti.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR Tilatang Kamang merupakan salah satu BPR yang berada dibawah naungan Bank Nagari. BPR Tilatang kamang tercatat salah satu dari 10 BPR milik Bank Nagari yang berhasil masuk sebagai penyumbang laba terbanyak.

BPR yang beroperasional di wilayah Kabupaten Agam ini juga dalam lima tahun terakhir selalu terpantau berkinerja sangat baik. Sejumlah apresiasi dan penghargaanpun berhasil diraih. Tiga tahun terakhir secara beruntun BPR Tilatang Kamang berhasil meraih Infobank Award dari majalah Infobank dengan predikat berkinerja sangat bagus. (Two Efly-Padang Ekspres)

Previous articleMendag: Revitalisasi Pasar Bawah Bukittinggi atas Permintaan Andre
Next articleKinerja PT BPR Tambun Ijuk, Asset Tumbuh 24,02 %, Laba Naik 143,56 %