Tak Kurang Rp 150 Miliar, Pasar Bawah segera Direvitalisasi

15
Menteri Perdagangan M Lutfi didampingi Wako Bukititnggi Erman Syafar dan Wawako Marfendi, Anggota DPR RI Andre Rosiade dan lainnya meninjau Pasar Bawah di Bukittinggi, kemarin (5/4). Pemerintah segera merevitalisasi Pasar Bawah ini dengan dana bersumber dari APBN. (IST)

Denyut pembangunan di Sumbar mulai menggeliat di awal tahun ini. Setelah Pasar Rakyat Kota Pariaman rampung dibangun dan dijadwalkan diresmikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin hari ini (6/4), giliran revitalisasi Pasar Bawah Bukittinggi menemukan titik terang. Bahkan, tak kurang Rp 150 miliar dana APBN bakal digelontorkan untuk pengerjaan proyek ini.

”Komitmen pemerintah, kita akan bereskan Pasar Bawah ini supaya kegiatan ekonomi dan tata kota di Bukittinggi menjadi kelas 1, menjadi lebih baik, menjadi lebih bersih, dan penciptaan nilai tambahnya baik,” ujar Menteri Perdagangan RI, Muhammad Luthfi ketika berkunjung ke Pasar Bawah Bukittinggi, kemarin (5/4).

Selain ditujukan untuk meninjau harga sembako, Luthfi juga ingin memetakan rencana revitalisasi pasar tradisional itu menjadi pasar modern. Menurut dia, Bukittinggi selama ini menjadi barometer perekonomian Sumbar. Bahkan, Pulau Sumatra. Makanya, tata kelola pasar-pasar yang ada di Bukittinggi harus ditingkatkan. Pasalnya bisa menjadi opsi bagi konsumen membeli kebutuhan di Bukittinggi.

Terlebih, Bukittinggi juga kota yang punya magnet pariwisata cukup tinggi. Itulah sebabnya, pasar yang ada di Bukittinggi harus memiliki kualitas kelas satu. ”Supaya tata Kota Bukittinggi menjadi kota bukan hanya kota ekonomi, tapi juga menjadi kota tujuan wisata. Untuk itu harus diperbaiki dari pasarnya. Supaya tata kotanya menjadi baik,” ucap Lutfi ditemani sejumlah pejabat, di antaranya Anggota DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Erman Safar, Wawako Marfendi, Forkopimda, serta sejumlah pejabat dinas terkait.

Ditanyakan berapa besaran anggaran yang akan dikucurkan untuk merevitalisasi Pasar Bawah, Luthfi menyebut akan disesuaikan dengan kajian Kementerian PUPR. ”Kami ingin benahi Pasar Bawah ini supaya tatanan ekonomi di Kota Bukittinggi menjadi kelas satu. Pasar yang bersih, modern dan bernilai baik,” katanya.

Anggota DPR RI Andre Rosiade menimpali, berdasarkan Detail Engineering Design (DED) yang diajukan Pemko Bukittinggi biaya renovasi diajukan sebesar Rp 400 miliar. ”Itu DED usulan. Nanti akan disesuaikan dengan DED hasil kajian yang disodorkan Kementerian Perdagangan ke Kementerian PUPR. Yang jelas tidak akan di bawah Rp 150 miliar,” katanya.

Menanggapi hal itu, Luthfi menjelaskan lagi angka di atas Rp 150 miliar itu sudah bisa dipastikan. ”Benar di atas Rp 150 miliar itu pasti. Namun yang jelas bagaimana bersama-sama menjadikan Kota Bukittinggi ini tidak hanya maju secara perekonomian tapi juga menunjang pariwisata. Pasar ini dibenahi agar tatanan kota menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Lutfi juga menegaskan bahwa program revitalisasi pasar mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Salah satu alasannya adalah pasar punya peran strategis sebagai penggerak perekonomian. ”Dengan pembangunan dan revitalisasi pasar, baik secara fisik maupun manajemen pengelolaannya dengan melakukan pembinaan bagi pengelola pasar rakyat, serta meningkatkan kapasitas pedagang melalui program sekolah pasar,” ucap Luthfi.

Dalam kunjungan ini, Luthfi yang datang sekitar pukul 17.30 itu, juga sempat berdialog dengan sejumlah pedagang. ”Bagaimana harga dan persediaan jelang puasa buk? Jika pasar ini saya benahi apa bapak tidak keberatan?” ujar Luthfi menyapa pedagang.

Kepada awak media yang meliput, Luthfi menerangkan harga sejumlah barang kebutuhan pokok terbilang stabil. Begitu juga kesediaan pasokan yang diprediksi mencukupi selama bulan puasa. ”Tadi umumnya harga relatif stabil, tidak mengalami kenaikan signifikan. Hanya yang paling mencolok itu minyak goreng. Ini pun naiknya memang secara global. Nanti akan kami kaji di Jakarta agar kenaikannya bisa dikontrol,” ujarnya.

Baca Juga:  Audiensi dengan Kapolda, Toni Wahyu: PLN Siaga Hadapi Idul Fitri

Selain ke Pasar Bawah Bukittinggi, Lutfi juga akan mengecek pasar di Pariaman, serta Kota Padang (hari ini, red). Untuk hari ini, Lutfi juga turut mendampingi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meresmikan pasar di Kota Pariaman. Di Padang, Lutfi dijadwalkan mengunjungi kompleks Pasar Raya Padang.

”Ya sebenarnya pak Menteri Perdagangan rencananya datang ke Pasar Raya Padang kemarin atau Senin. Namun karena ada sesuatu hal, makanya ditunda pada hari ini jam 14.30 di kompleks Pasar Raya Padang,” jelas Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang, Andree Algamar kepada Padang Ekspres, kemarin (5/4).

Sesuai jadwal, Mendag Muhammad Lutfi langsung memantau Pasar Raya Padang khusus Blok III sambil memastikan harga dan pasokan kebutuhan pokok aman jelang Ramadhan nanti. Sehingga, masyarakat Padang tidak perlu khawatir soal harga sembako naik dan pasokan terbatas. Selepas itu, Mendag melihat vaksinasi gelombang keempat pedagang di lantai satu Blok III pasar Raya Padang.

”Mendag juga dijadwalkan melihat rencana lokasi pembangunan fase VII Pasar Raya Padang. Peninjauan tersebut diharapkan bisa memberikan titik terang bagi pembangunan fase VII Pasar Raya Padang. ”Rencana pembangunan fase VII Pasar Raya Padang ini kan wacananya sudah dibahas sejak 9 tahun lalu, nah dengan waktu yang sudah lama itu, dari kedatangan pak Menteri diharapkan pembangunan fase VII bisa segera direalisasikan,” harap Andree.

Wapres Resmikan Pasar Pariaman
Persiapan kedatangan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin ke Sumbar guna meresmikan Pasar Pariaman, hari ini (6/4), semakin dimatangkan. Kemarin (5/4), Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin selaku Pangkogasgabpad pengamanan VVIP, memimpin upacara gelar pasukan. Pihaknya menjamin keamanan wilayah yang menjadi objek kunjungan wakil presiden.

”Ancaman terhadap VVIP bukan hanya ancaman terhadap keselamatan dan keamanan pribadi VVIP saja, namun juga ancaman yang dapat menjatuhkan kehormatan dan kedaulatan negara, martabat serta kewibawaan pemerintah. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman tersebut, TNI dan kepolisian bersama institusi terkait perlu menyelenggarakan operasi pengamanan VVIP secara terpadu,” ujar Pangdam.

Dia berharap pada pelaksanaan pengamanan VVIP tersebut, bisa lebih ditingkatkan koordinasi dan kerja sama yang terencana, terarah dan terkendali, dengan tetap berpedoman pada prosedur pengamanan VVIP, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga, sasaran dan tujuan pengamanan dapat dicapai dengan optimal dan sukses.

Sekadar diketahui, Pasar Pariaman dibangun di atas lahan seluas 4.565 m2 dengan anggaran Rp 81,7 miliar oleh kontraktor PT. Wijaya karya (Persero) Tbk. Pembangunan ini sinergi pelaksanaan antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah menyiapkan dokumen perencanaan dan relokasi pedagang, sementara pemerintah pusat melalui dana APBN melaksanakan konstruksinya.

Pasar berlantai 4 lantai dan di dalamnya terdapat 360 kios ini,dibangun kembali dengan konsep ramah lingkungan dan tahan gempa. Di mana, bangunan yang dapat digunakan sebagai shelter tsunami dengan tidak mengurangi fungsi bangunan gedung hijau, serta tetap mempertahankan aksen lokal dengan atap bagonjong.

Lokasi pasar yang berada di pusat kota tidak hanya diperuntukan sebagai pasar rakyat, namun juga diharapkan dapat menunjang lokasi wisata yang ada di sekitarnya seperti Pantai Gondoriah dan jalur sirkulasi arakan Festival Tabuik yang diselenggarakan tiap tahun. (ryp/a/nia)

Previous articleTim Penyelesaian Tanah Ulayat Nagari Sumpur Temui Guspardi Gaus
Next articleIndonesia hanya Dapat 20 Juta Dosis Vaksin