PT BPR LPN Panampung, Dana Tumbuh, Kredit Meningkat, Laba Bertambah

28
Dari kiri ke kanan Sepnina Mazni (Komisaris), Sudirman (Komut), Yandrizon (Dirut) dan Zulhaida (Direktur). (IST)

Dibalik kesulitan selalu ada kesempatan dan dibalik tantangan selalu ada peluang. Itu pula yang dimanfaatkan manajemen PT BPR LPN Panampung ditahun 2020. Ditengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19, kinerja PT BPR LPN Panampung masih mampu tumbuh walaupun sedikit melandai dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulilah kita masih bisa menghasilkan pertumbuhan usaha. Total asset kita tercapai Rp 40,86 miliar, realisasi Kredit tercapai Rp 20,13 miliar dan Dana Pihak Ketiga terhimpun sebanyak Rp 32,32 miliar. Sementara itu kualitas aktiva produktif juga cenderung kian membaik dengan ratio BOPO sebesar 83,46 persen, NPL (Non performance Loan) sebesar 2,85 persen dan Laba Bersih Usaha naik dari Rp 805 Juta ditahun 2019 menjadi Rp 834 juta ditahun 2020,” ungkap Diektur Utama PT BPR LPN Panampung Yandrizon didampingi Direkturnya Zulhaida Kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Yandrizon, secara umum kinerja tahun 2020 terealisasi dengan baik terutama dalam hal menjaga pertumbuhan usaha dan peningkatan kualitas usaha. Seluruh indikator asset bertumbuh dan pengelolaan biaya tetap terkelola dengan baik dan efektif dan mayoritas mencapai target sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB). Kinerja baik inilah yang membuat laba bersih usaha masih mampu tumbuh secara year on year.

Dana Pihak Ketiga

Sangat bagus. Itulah yang patut disematkan untuk sumber dana PT BPR LPN Panampung ditahun 2020. Betapa tidak dari Rp 32,32 miliar total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun, sebanyak Rp 30,48 miliar bersumber dari dana tabungan. Sungguh ini sebuah konfigurasi sumber dana yang sangat ideal.

“Total Dana Pihak Ketiga kita ditahun 2020 tercatat sebanyak Rp 32,32 miliar atau tumbuh relative konstan dibandingkan tahun 2019 yang lalu,” ujar Yandrizon.

Dari dua produk penghimpun dana, produk tabungan paling diminati nasabah BPR LPN Panampung. Total dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 30,48 miliar atau bertumbuh konstan dibandingkan tahun 2019 yang lalu.

Sementara itu dana deposito sepanjang tahun 20120 terhimpun sebanyak Rp 1,84 miliar atau tumbuh dibandingkan dana deposito tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 1,21 miliar.

Lebih didominasinya sumber dana dari produk tabungan sangatlah membantu PT BPR LPN Panampung dalam memikul beban biaya. Total beban bunga yang musti dibayarkan oleh PT BPR LPN Panampung tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 768 juta. Besaran beban bunga ini terbilang rendah bila dikomparasikan dengan total Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 32,32 miliar.

Kredit

Dari evaluasi yang dilakukan per 31 Desember 2020, Kinerja kredit PT BPR LPN Panampung ditahun 2020 masih mampu bertumbuh di atas rata rata pertumbuhan kredit secara nasional. Tahun 2020 secara year on year realisasi kredit masih mampu bertumbuh double digit.

Baca Juga:  Peniadaan Mudik, Kargo Jadi Berkah. Citilink Layani 36 Penerbangan

“Total kredit yang mampu disalurkan sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 20,13 miliar atau tumbuh secara year on year sebesar 10,60 persen dibandingkan realisasi kredit tahun 2019 dengan realisasi Rp 18,20 miliar.

Masih mampu bertumbuhnya realisasi kredit BPR LPN Panampung ditahun 2020 berbanding lurus dengan pendapatan bunga yang mampu dibukukan. Total pendapatan bunga dan pendapatan lainnya yang mampu dibukukan ditahun 2020 tercatat sebanyak Rp 4,33 miliar atau bertumbuh secara year on year.

“Biaya yang relatif kendali dan pendapatan yang meningkatkan inilah bermuara pada kinerja laba. Laba bersih usaha ditahun 2020 berhasil ditingkatkan dibandingkan laba bersih usaha tahun sebelumnya. Tahun 2020 laba bersih usaha tercatat sebanyak Rp 834 juta atau tumbuh dibandingkan laba tahun 2019 yang tercapai Rp 805 juta,” ujar Yandrizon.

Asset dan Kualitas Aktiva Produktif

Dari audit yang dilakukan akuntan publik Drs Chaeroni per 31 Desember 2020 tercatat total asset BPR LPN Panampung tahun 2020 sebanyak Rp 40,86 miliar atau tumbuh relatif melandai dibandingkan realisasi asset tahun 2019 yang lalu dengan realisasi sebesar Rp 40,49 miliar. Pertumbuhan asset ini sama-sama ditopang oleh kinerja dana dan kinerja kredit sepanjang tahun 2020.

Selain asset yang bertumbuh, kualitas usaha BPR LPN Panampung juga semakin bagus. Return on Asset (RoA) tercapai2,04 kali. Sementara itu Non Performance Loan tercapai 2,85 persen dengan ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 83,46 persen. Ratio BOPO diangka 83,46 persen ini terbilang bagus bagi sebuah BPR dengan asset melebihi Rp 40 miliar.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR LPN Panampung merupakan BPR yang mengawali operasionalnya dari Lumbung Pitih Nagari. BPR yang berada dibawah naungan Bank Nagari ini beroperasional di wilayah Kabupaten Agam.

BPR yang dikomandoi oleh Yandrizon ini termasuk salah satu BPR yang terbilang berkinerja cukup bagus dan sering mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Teranyata selama tiga tahun berturut-turut PT BPR LPN Panampung ini selalu mendapat anugerah Infobank Award dari majalah info bank dengan predikat berkinerja sangat bagus.

“Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada nasabah setia kami. Semoga ditahun 2021 ini PT BPR LPN Panampung bisa jauh lebih baik lagi,” tukas Yandrizon. (Two Efly-Padang Ekspres)

Previous articleAndre Rosiade: Sekjen Ahmad Muzani Buka Rakorda Gerindra Sumbar
Next articleLagi, Ratusan Personel Polres Dharmasraya Ikuti Vaksinasi