Politisi PKS Minta Grab dan Gojek Optimal Bantu Ojol Hadapi Pandemi

Anggota Fraksi PKS DPR RI Nevi Zuairina rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI dengan pimpinan Grab dan Gojek. (Foto: IST)

Anggota Fraksi PKS DPR RI Nevi Zuairina meminta perusahan jasa transportasi online di Indonesia, memaksimalkan kerja sama dengan semua stakeholder dalam mengurangi dampak wabah Covid-19.

Politisi asal Sumbar itu meminta agar ada optimalisasi bantuan kepada para driver yang berjumlah sekitar 2 juta hingga 4 juta pengemudi.

Berdasarkan data perusahaan, katanya jumlah driver sekitar 2-2,5 juta, namun data Asosiasi Ojek Online (Ojol) yaitu Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia menyebutkan totalnya 4 juta.

“Jumlah pengemudi (driver) layanan transportasi berbasis online ini sangat signifikan jumlahnya. Mereka terkena dampak ekonomi yang berat di situasi sulit akibat pandemi Covid-19. Perlu langkah konkret untuk membantu mereka,” ujar Nevi saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) secara virtual antara Komisi VI DPR RI dengan pimpinan Gojek dan Grab.

Dalam keterangan resminya, Nevi meminta agar ada skema bagi hasil sepenuhnya buat para pengemudi minimal 3 bulan ke depan. Lalu, perlunya pemberian voucher pulsa, BBM, bantuan kesehatan dan relaksasi cicilan kendaraan yang dapat dikerja samakan dengan pihak leasing.

Anggota Komisi VI ini menambahkan, keamanan mitra kerja para pengemudi ini juga perlu diperhatikan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Backup asuransi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan juga sangat perlu diterapkan pada para mitra. Ditambah insentif-insentif nontunai akan sangat membantu meringankan mitra membantu denda pembatalan order. Dan yang tidak kalah penting, peningkatan skill dan kemampuan bertahan di masa wabah,” tukasnya.

Nevi menerangkan kenapa para pengemudi layanan online ini perlu perhatian. Pasalnya, layanan transportasi ojol menjadi salah satu yang diatur Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bila suatu daerah menerapkan PSBB, maka ojol masih diperbolehkan beroperasi, namun hanya untuk mengirim barang, bukan penumpang.

“Saya apresiasi Grab dan Gojek. Karena Grab menggelontorkan USD 10 juta atau sekitar Rp 161 miliar, sedangkan Gojek Rp 100 miliar untuk membantu penanganan wabah Covid-19. Namun sebagai perusahaan besar, saya meminta agar jangan punya mental oligopoli untuk Grab dan Gojek. Perlu ada benefit bagi mitra kerja dan rakyat,” tuturnya.

Kerja sama dapat berupa kemitraan dengan BUMN PT. Telkom sebagai mitra komisi VI. Peningkatan kerja sama dengan pasar rakyat atau pasar tradisonal untuk peningkatan transaksi penjualan secara online juga menjadi sebuah kebutuhan rakyat pada masa bekerja dari rumah.

Dukungan jasa transportasi online ini sangat membantu usaha di sektor UMKM agar dapat bertahan menghadapi wabah.

Partisipasi aktif bekerja sama dengan kementerian perdagangan juga semakin memudahkan pelaksanaan kerja sama.

“Saya berharap, Grab dan Gojek, selain membantu para pengemudi, juga berupaya keras melindungi data pelanggan maupun data pengemudi untuk kepentingan apapun kepada pihak luar,” ingatnya.(rel/esg)