Harga Cabai Merangkak Naik

16
ilustrasi. (net)

Di tengah kelesuan transaksi di pasar, harga sejumlah bahan pokok kembali merangkak naik. Cabai keriting yang biasa stabil diharga Rp 20 ribu per kilogram saat ini naik hingga Rp 44 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai merah keriting juga diikuti sejumlah harga kebutuhan pokok lainnya.

Seperti bawang merah juga naik dari Rp 18 ribu per kilogram saat ini Rp 24 ribu per kilogram. Sementara minyak goreng curah yang biasa di harga Rp 11 ribu naik menjadi Rp 13 ribu.

Telur dengan harga Rp 1.500 per butir naik menjadi Rp 2.000 per butir. Sayur-sayuran seperti buncis naik hingga Rp 4000 per kilogram. Hanya bawang putih yang masih berada diangka Rp 20 ribu per kilogram dan beras Rp 13 ribu per kilogram.

”Kenaikan harga bahan pokok ini sudah berlangsung sejak seminggu terakhir. Terutama cabai yang naiknya cukup drastis. Kemungkinan karena cuaca yang sering hujan sehingga pasokan terbatas dan harga melambung,” ujar pedagang sembako di Pariaman, Armen, kemarin.

Kondisi ini sebut Armen makin melemahkan omzet pedagang di Pasar Pariaman. Harga yang tinggi makin membuat transaksi jual beli jadi sepi. Ia menyebut omzet jual beli saya anjlok hingga 40 persen. Apalagi jadi karena angka Covid-19 ini makin tinggi warga enggan belanja ke pasar. Rata-rata yang belanja di kedai pemilik rumah makan.

Baca Juga:  Dua Orang Sembuh, Lima Positif Covid-19

Sementara itu Kadis Perindag Koperasi dan UKM Pariaman Gusniyetti Zaunit membenarkan omzet UMKM dari berbagai jenis usaha turun drastis sejak pandemi. Untuk Kota Pariaman sedikitnya 7839 UMKM yang terdampak pandemi. Saat ini pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan untuk UMKM ini.

Namun yang diprioritaskan pemerintah pusat adalah jenis usaha mikro dengan omzet maksimal Rp 50 juta per tahun. Bantuan ini disalurkan melalui perbankan yang ditunjuk oleh pemerintah. Informasi awal sudah 2000 UMKM untuk Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman yang akan menerima bantuan.

Anggaran tersebut berada di perbankan yang ditunjuk pemerintah. Karna perbankan tersebut wilayah kerjanya Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman maka penyaluran di satu perbankan tersebut. Meski demikian Yet begitu ia akrab disapa menyebut belum mendapatkan data dari perbankan total UMKM yang sudah menerima bantuan tersebut.
Yet berharap seluruh data UMKM yang ia ajukan mendapatkan bantuan. Sebab saat ini memang UMKM sangat terdampak dengan kondisi pandemi tersebut. (nia)