Andre Rosiade Dorong Pertalite Seharga Premium di Sumbar

13
Anggota DPR RI Andre Rosiade.

Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade meminta PT Pertamina menurunkan harga Pertalite setara dengan Premium di Sumatera Barat atau yang dikenal dengan Program Langit Biru. Anggota Komisi VI ini juga mendorong digitalisasi untuk mengontrol solar bersubsidi di Sumbar.

“Kita lihat di beberapa daerah sudah dijalankan Program Langit Biru di mana harga Pertalite didiskon sehingga dijual seharga Premium. Dengan adanya program tersebut, masyarakat dapat menikmati BBM yang lebih berkualitas sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Untuk itu, saya mendesak Pertamina menerapkan program ini di Sumatera Barat,” kata Andre yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar ini, Rabu (7/10).

Menurut anggota Dewan Pembina Gerindra ini, dengan menetapkan harga Pertalite setara dengan Premium, antrean panjang Premium di SPBU-SPBU Sumatera Barat tidak akan terjadi lagi. ÔÇťAkibat antrean di SPBU, jalanan menjadi macet. Secara ekonomi, ini tidak baik untuk masyarakat karena waktu yang terbuang akibat kemacetan yang terjadi. Program Langit Biru bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini,” ujar Andre.

Minta Digitalisasi

Selain mendorong harga Pertalite setara dengan Premium, anggota Komisi VI DPR ini juga mendorong Pertamina menerapkan teknologi digital dalam mendistribusikan BBM ke masyarakat.

“Saya mendorong Pertamina melakukan digitalisasi. Dengan digitalisasi, distribusi BBM dapat terpantau secara transparan. Digitalisasi di SPBU-SPBU Pertamina adalah hal yang urgen,” ungkap Ketua Harian DPP IKM ini.

Baca Juga:  XL Axiata RUPSLB, Ini Susunan Direksi Baru

Andre mengatakan saat ini truk-truk yang ada di Sumatera Barat terpaksa mengantre saat mengisi solar karena langkanya solar di Sumbar. Padahal, menurut Pertamina, kuota solar di Sumatera Barat cukup untuk memenuhi kebutuhan solar masyarakat. Terkait hal ini, Andre mencurigai adanya pengusaha nakal yang bermain.

“Saya mendapat laporan, cukup banyak indikasi solar yang ada di Sumatera Barat dikirim ke luar, seperti ke Riau dan Sumatera Utara, oleh pengusaha nakal. Saya berpendapat, solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan teknologi digital,” kata mantan Presiden Mahasiswa Trisakti ini.

Andre menyarankan agar Pertamina dapat segera melakukan proses transformasi menuju pemanfaatan teknologi digital secara lebih masif. Salah satu caranya adalah bekerja sama dengan Telkom, BUMN bidang teknologi telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Menurut Andre, penerapan teknologi digital akan menguntungkan banyak pihak, baik Pertamina maupun masyarakat.

Keuntungannya, antara lain, pertama, Pertamina secara real time dapat mengetahui BBM yang ada dikonsumsi oleh siapa secara tepat sasaran. Kedua, masyarakat mendapat jaminan ketersediaan BBM, utamanya solar dan BBM bersubsidi, karena Pertamina dapat memantau ketersediaan BBM-nya secara langsung. Ketiga, terjadi sinergi BUMN yang saling menguntungkan karena Telkom dapat mengutip seruput fee dari kerja sama yang dilakukan.

“Dengan demikian, masyarakat akan lebih untung. Di sisi lain, Pertamina menjadi modern dan Telkom pun mendapatkan keuntungan karena adanya sinergi BUMN,” tutup Andre. (*)