Tahun 2021, Gojek Dorong Pelaku Usaha Maksimalkan Platform Digital

Pandemi Covid-19 datang dengan tiba-tiba. Pelaku usaha terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menerima dampaknya. Dampak tersebut sangat terasa, karena hampir 99 persen struktur ekonomi di tanah air ditopang oleh UMKM. Pandemi membuat omset pelaku usaha menurun, bahkan ada yang sampai gulung tikar. Melihat kondisi tersebut, Gojek mendorong pelaku usaha mau berinovasi dan berintegrasi lewat platform digital, mulai beralih menjual produknya secara online.

“Disamping tantangan berat yang dihadapi pelaku usaha selama pandemi, juga muncul peluang yakni peluang memasarkan produk secara online dengan platform digital, salah satunya dengan aplikasi Gojek,” ungkap Head of Merchant Platform Business Gojek, Novi Tandjung saat Konferensi Pers Tetap Melaju Bersama Gojek: Kilas Balik 2020 dan Tren Usaha 2021 secara virtual, Selasa (09/02/2021).

Bicara kilas balik 2020 kata Novi, selama pandemi justru terjadi peningkatan aktivitas masyarakat secara online, dikarenakan adanya perubahan perilaku konsumen terutama dalam hal berbelanja.

Kendati demikian, Novi mengakui penetrasi yang dilakukan Gojek masih belum besar. Tahun 2021, katanya menjadi tahun peluang bagi Gojek untuk dapat memanfaatkannya mendorong penetrasi aktivitas online masyarakat menggunakan Gojek meningkat.

“Tahun 2021 penetrasi kita masih belum banyak. Tahun 2021, ini menjadi PR tapi juga peluang. Ini adalah komitmen kita untuk lebih mengembangkan dunia usaha,” papar Novi.

Selama 2020 kata Novi, jasa makanan, pengiriman dan transportasi online menjadi penetrasi paling banyak di Gojek. Gojek katanya berkomitmen, agar semakin banyak pelaku usaha yang beralih ke platform digital. “Kami berikan dukungan agar penetrasi itu meningkat dan makin banyak pelaku usaha yang berpindah ke platform digital,” harapnya.

Sejumlah teknologi katanya telah didesain oleh Gojek sedemikian rupa untuk memberi kemudahan bagi konsumen dalam bertransaksi secara digital. Teknologi tersebut katanya juga memberi kesempatan dan peluang yang sama bagi semua pelaku usaha. “Bisa memfasilitasi semua kegiatan pelaku usaha. Kami optimis, tahun 2021 kami lebih siap untuk memperkuat penetrasi pasar,” tegasnya.

Baca Juga:  Niki Lukviarman: Padang Bisa Jadi Contoh Soal BBM Ramah Lingkungan

Owner Claypot Popo, Florencia Calista, salah satu mitra usaha Gojek, tak menampik jika kondisi sulit dialaminya selama tahun 2020, saat pandemi mulai melanda.

Tahun 2020 katanya menjadi tahun berat. Ia harus memutar otak bagaimana usaha tersebut mampu melewati pandemi. “Tantangannya bagaimana menjaga otentisitas dari produk, bagaimana

caranya makanan ini bisa dinikmati dengan baik di kala pandemi,” kata wanita yang menekuni usaha kuliner ini.

Senada, Owner Usaha Batik Nayara, Andrina Effendi, juga tak menampik jika tahun 2020 merupakan tahun berat bagi usahanya.

Tak ingin larut dalam kondisi sulit, ia mendorong usahanya untuk berubah dan beradaptasi dengan kondisi yang tengah terjadi. Tidak lupa, ia juga melakukan inovasi terhadap produk.

“Di awal pandemi kami merasa sedih, dimana kami sudah menyiapkan koleksi tahun baru, pandemi menghantam, akibatnya toko-toko kami tutup dan tidak bisa menjual barang secara langsung,” ujarnya.

Ia sempat dihadapkan pada dua pilihan, berhenti atau terus berkarya. “Kami memutuskan bahwa penjualan online salah satu upaya kami untuk tetap bertahan. Ini yang kami perbaiki dari penjualan online ini, perlahan omset kami meningkat,” akunya.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menegaskan, pandemi memukul semua sektor terutama UMKM. Daya beli masyarakat menurun dan mengancam ekonomi nasional.

Pemerintah katanya berupaya bagaimana mampu merubah momentum krisis sebagai lompatan. “Pemanfaatan perdagangan online sebagai solusi alternatif,” katanya. (bis)