Stok BBM Aman, Wira: Antrean karena Ada Pendataan Sistem Digital

22
Pengisian BBM di salah satu SPBU. (Foto:: IST)

Sales Area Retail Manager Pertamina Sumatera Barat I Made Wira Pramarta memastikan tidak terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumbar.

Sempat terjadi antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), menurutnya disebabkan bertambahnya proses pendataan dengan sistem digital yang dilakukan Pertamina terhadap kendaraan untuk penyaluran BBM jenis tertentu (JBT).

Setiap harinya Pertamina mengirimkan sebanyak 1.435 KL (kiloliter) Pertalite, 1.110 KL Bio Solar, Solar 1.600 KL, 501 KL Pertamax, 63 KL Pertamax Turbo, 26 KL Dexlite, dan 4 KL Pertamina Dex untuk Sumbar.

“Jadi, tidak ada BBM yang langka. Begitu juga dengan Solar. Data Solar yang kita kirimkan ke Kota Padang, tetap. Pertashop kita juga sudah mencapai 69 unit di 10 kabupaten di Sumbar yang menjangkau banyak desa dan nagari,” jelas Wira dalam rilis yang diterima padek.co, Selasa (9/3).

Dengan selesainya program digitalisasi SPBU Pertamina, maka BPH Migas bersama Pertamina dapat melakukan profiling konsumen, mulai dari siapa yang membeli, volume pembelian, berapa kali transaksi dilakukan, dan di mana lokasi transaksi.

Baca Juga:  Ramadhan, UUS Maybank-Maybank Islamic Jangkau Ribuan Penerima Bantuan

“Dicatat dulu nopolnya, mungkin prosesnya bertambah. Ada tambahan waktu, jadi antrean agak panjang, kadang-kadang jaringan telekomunikasi ada masalah juga, itu yang bikin lama dan antre,” ujarnya.

Made mengakui bahwa BBM jenis Solar yang didistribusikan ke SPBU memang sering habis karena banyaknya kendaraan besar di atas 100 liter yang menggunakan BBM bersubsidi.

Pihaknya tetap melakukan pencatatan terhadap truk-truk yang tidak seharusnya menggunakan BBM bersubsidi sehingga saat pemeriksaan bisa ditelusuri pihaknya.

“Diatas 100 liter seharusnya itu tidak menggunakan Solar subsidi. Tapi tetap kita catat, suatu saat ketika ada pemeriksaan nopol-nopol mana saja yang menggunakan solar subsidi, nanti akan bisa dicari,” tegas Made.

Made berharap, jika terjadi antrean kendaraan dan kelangkaan BBM di SPBU, masyarakat dapat melaporkan ke Pertamina dengan melampirkan gambar dan lokasi SPBU sehingga bisa dilakukan pengecekan kebenarannya dan penanganan. “Di mana lokasinya, nanti kita cek,” tukasnya.(rel)

Previous articleKemenkes Sebut Vaksin Efektif Tangkal Mutasi Virus Covid-19
Next articleCiptakan Imunitas, Adi Gunawan: Vaksin Korona Aman bagi Tubuh