Kinerja PT BPR Durian Mandiri, Asset Tumbuh, Kualitas Aktiva Membaik

12

Menghasilkan pertumbuhan usaha ditengah kondisi ekonomi yang sulit patut rasanya diapresiasi.

Begitu juga dengan PT BPR Durian Mandiri yang beroperasional di Kota Arang Sawahlunto. Ditahun 2020, PT BPR Durian Mandiri mampu menghasilkan pertumbuhan usaha dan mempertahankan laba serta mempercantik kualitas aktiva produktifnya.

“Alhamdulilah ditahun 2020 kita masih mampu bertumbuh secara asset walaupun pertumbuhannya sedikit melandai dibandingkan tahun 2019 yang lalu. Total asset tercapai Rp 13,91 miliar, realisasi Kredit tercatat Rp 8,332 miliar, Dana Pihak Ketiga terhimpun sebanyak Rp 10,641 miliar. Selain bertumbuh secara asset, kualitas aktiva produktif pun kian membaik, Return on Asset tercapai 2,43 persen, ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) tercapai 85,96 persen, ratio Non Performance Loan (Net) 2,34 persen dan laba laba bersih usaha sebanyak Rp 309 juta,” ungkap Direktur Utama PT BPR Durian Mandiri, Marnis Ahmad didampingi Direkturnya Irna Novida kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Marnis, tantangan ditahun 2020 memang jauh lebih berat dari tahun tahun sebelumnya.

Covid-19 yang mewabah ikut menyeret ekonomi dan finansial dari nasabah menjadi tergerus. Inilah yang berdampak pada realisasi kredit sehingga distribusi atau penyaluran kredit menjadi sangat terbatas.

Asset

Dari evaluasi dan audit yang dilakukan akuntan publik Afrizal Sy per 31 Desember 2020 tercatat total asset PT BPR Durian Mandiri tercatat sebanyak Rp 13,914 miliar atau bertumbuh secara year on year dibandingkan realisasi asset tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 13,347 miliar.

Pertumbuhan melandai kinerja asset sepanjang tahun 2020 lebih dikontribusi oleh bertumbuhnya kinerja tresurry dan relatif konstannya kinerja kredit.

Selain modal yang ditanamkan owner juga bertambah seiring meningkatnya ratio KPMM menjadi 40,01 persen.

Dana dan Kredit

Kinerja bidang dana ditahun 2020 relatif berjalan baik. Setidaknya ini bisa dilihat dari Dana Pihak Ketiga yang mampu dibukukan.

Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp10,641 miliar yang bersumber dari dua produk penghimpun dana.

Dana yang bersumber dari produk tabungan masih mendominasi terhadap sumber dana. Total dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 7,227 miliar atau 67,91 persen total Dana Pihak Ketiga bersumber dari produk tabungan. Sedangkan dana Deposito sepanjang tahun 2020 terhimpun sebanyak Rp 3,414 miliar.

“Khusus untuk dana, kita memang memberikan opsi lebih melalui produk tabungan. Selain tabungan merupakan simbol kepercayaan publik luas, produk tabungan rate-nya pun lebih ekonomi sehingga sangat membantu terhadap beban bunga atau cost of fund,” ujar Marnis.

Baca Juga:  Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, PLN Sumbar Sebar 7.500 Paket Sembako 

Relatif baiknya kinerja dana berbanding lurus dengan cash ratio yang dicapai. Realisasi Cash Ratio per 31 Desember 2020 tercatat sebanyak 13,29 persen.

Artinya, sepanjang tahun 2020 PT BPR Durian Mandiri mengalami surplus likuiditas. Surplus likuiditas ini juga dapat dilihat dengan meningkatkannya penempatan dana antar bank dari Rp 4,632 miliar ditahun 2019 menjadi 5,436 miliar ditahun 2020.

Sementara itu beban dana berbanding terbalik dengan indicator cash lainnya. Beban bunga mengalami penurunan dari Rp 370 juta ditahun 2019 menjadi 346 juta ditahun 2020.

Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya untuk realisasi kredit. Secara total distribusi kredit tumbuh kontraktif.

Total kredit yang mampu disalurkan sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 8,332 miliar dengan total pendapatan bunga kontraktual sebanyak Rp 2,08 miliar.

Pendapatan dan Kualitas Aktiva

Relatif konstannya kinerja kredit sepanjang tahun 2020 jelaslah berdampak pada total pendapatan yang mampu dibukukan.

Sepanjang tahun 2020 tercatat total pendapatan operasional yang mampu dibukukan sebanyak Rp 2,23 miliar yang bersumber dari pendapatan bunga kontraktual sebanyak Rp 2,08 miliar dan pendapatan lainnya Rp 151 juta. Sementara laba bersih usaha yang mampu dicapai ditahun 2020 tercatat sebanyak Rp 309,6 juta.

Relatif konstan secara asset sedikit berbanding terbalik dengan kualitas aktiva produktif. Sepanjang tahun 2020 terpantau kualitas aktiva produktif PT BPR Durian Mandiri relatif bagus.

Indikator ini bisa dilihat dengan capaian Return on Asset (RoA) sebesar 2,43 kali, ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) sebanyak 85,96 persen dan ratio Non Performance Loan sebesar 2,34 persen.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR Durian Mandiri merupakan salah satu BPR yang berkinerja bagus di wilayah operasional Kota Arang Sawahlunto.

BPR yang dikomandoi oleh Marnis Ahmad bersama Irna Novita ini dalam lima tahun terakhir mampu konsisten mempertahankan pertumbuhan usaha dan peningkatan kualitas usahanya.

“Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih. Teristimewa untuk nasabah setia kami dan team work yang sudah berkerja keras. Kami berharap ditahun 2021 ini PT BPR Durian Mandiri bisa jauh lebih baik lagi,” tukuk Marnis Ahmad. (Two Efly-Padang Ekspres)

Previous articleKinerja PT BPR Pembangunan Nagari, Maksimalkan Kredit di Paruh Tahun
Next articleGubernur Sumbar Dukung Pengembangan Pupuk Darah Sapi SMAK Padang