Kinerja PT BPR Pembangunan Nagari, Maksimalkan Kredit di Paruh Tahun

82

Mewabahnya Covid-19 semenjak awal tahun 2020 membuat kinerja sebagian lembaga keuangan tergerus termasuk PT BPR Pembangunan Nagari.

Hingga akhir Q1/ 2020 kinerja terimbas dan realisasi kredit cenderung kontraktif. Namun, memasuki Q3/2020 kondisi mulai berubah dan ekspansi kredit mulai bisa dilakukan dan mulai bertumbuh secara year on year.

“Jujur harus kami akui tahun 2020 merupakan tahun yang berat. Sampai akhir Q2/2020 kredit sulit untuk mendistribusikan dan barulah memasuki Q3/2020 kredit mulai tumbuh. Dari sinilah kita baru bisa memacu pertumbuhan kredit untuk memaksimalkan kinerja asset hingga total asset tercapai Rp 38,31 miliar, realisasi Kredit 32,69 miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 29,30 miliar dengan laba bersih usaha di pengujung tahun 2020 sebesar Rp 244 juta,” ungkap Direktur Utama PT BPR Pembangunan Nagari, Feri Nuswandi kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Feri, perlambatan ekonomi dan kinerja sudah terasa diawal tahun terutama ketika wabah Covid-19 mulai melanda. Saat itu distribusi kredit terasa sangat sulit.

“Kitapun sempat mengalami surplus likuiditas diawal Q2/2020. Namun, memasuki Q3/2020 kondisi sedikit mulai berubah dan kita jadikan momentum untuk memaksimalkan distribusi kredit,” akunya.

Asset

Secara kinerja asset PT BPR Pembangunan Nagari ditahun 2020 memang berfluktuatif. Total asset di pengujung tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 38,31 miliar yang bersumber dari sektor dana dan kredit.

Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 29,30 miliar yang berasal dari dana tabungan sebanyak Rp 16,14 miliar dan dana deposito sebanyak Rp 13,16 miliar.

Semetara itu realisasi Kredit sepanjang tahun 2020 tercapai diangka 32,69 miliar atau tumbuh dibandingkan realisasi kredit tahun 2019 yang lalu dengan capaian Rp 31,65 miliar.

“Untuk dana kita merencanakan ditahun 2021 ini akan terus memacu dana tabungan. Kita menargetkan konfigurasi sumber dana 60 persen berbanding 40 persen. Artinya, 60 persen kita upayakan pemenuhan dana dari produk tabungan sedangkan sisanya 40 persen lagi bersumber dari deposito. Ini sebagai salah satu jalan untuk mengendalikan cost of fund agar tidak terlalu tinggi,” papar Feri.

Baca Juga:  Peniadaan Mudik, Kargo Jadi Berkah. Citilink Layani 36 Penerbangan

Rebound

Secara kinerja, ditahun 2020 di BPR Pembangunan Nagari berfluktuatif. Ada yang bertumbuh seperti distribusi kredit dana ada pula berfluktuatif. Untuk tahun 2021 ini BPR Pembangunan Nagari menargetkan terjadi pertumbuhan usaha yang menyeluruh.

“Target kita dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2021 sangat jelas. Total asset harus tumbuh. Kredit yang di salurkan harus meningkat secara year on year. Kualitas kredit pun (Non Perfomance Loan) harus ditekan hingga kembali turun di bawah 5 persen. Harapan kita sederhana saja dengan kredit yang bertumbuh, kualitas kredit yang membaik maka laba bersih usaha akan mampu ditingkatkan,” ulas Feri.

Selain memaksimalkan kinerja asset melalui penyaluran kredit, pengendalian biaya juga musti dilakukan ditahun 2021 ini. “Harus kita akui tahun 2020 realisasi biaya terbilang tinggi. Ini bisa dilihat dengan capaian ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) diangka 94,54 persen. Ini juga termasuk target utama kita ditahun 2021 jika ingin kembali menaikan laba seperti tahun tahun sebelumnya,” katanya.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR Pembangunan Nagari merupakan salah satu BPR yang didirikan langsung oleh Bank Nagari yang beroperasional di Simpang Gudang Jl. Balai Satu Manggopoh kawasan barat provinsi Sumatera Barat.

BPR Pembangunan Nagari berkantor pusat di Manggopoh Lubukbasung dan di-support oleh beberapa kantor cabang termasuk salah satu kantor cabang di Kabupaten Pasaman Barat.

Secara kinerja PT BPR Pembangunan Nagari dalam lima tahun terakhir memang berfluktuatif. Pasang surut dalam berusaha juga mewarnai BPR Pembangunan Nagari.

Meskipun begitu, BPR Pembangunan Nagari juga pernah meraih apresiasi Infobank Award ditahun 2018 sebagai BPR berkinerja sangat bagus untuk kelompok asset Rp 25 miliar sampai dengan asset Rp 50 miliar.

“Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama nasabah setia PT BPR Pembangunan Nagari, team work dan masyakat. Semoga ditahun 2021 ini kita bisa bangkit dan membawa BPR Pembangunan Nagari lebih baik lagi. Untuk itu kami kembali meminta dukungan dari semua pihak,” harap Feri. (Two Efly-Padang Ekspres)

Previous articleBuka Peluang Talenta-talenta Baru, Resso Adakan Coaching Clinic
Next articleKinerja PT BPR Durian Mandiri, Asset Tumbuh, Kualitas Aktiva Membaik