Wali Kota Belanja Sayuran Petani Ganting

Setelah diresmikan pada 15 Oktober 2020 lalu, Sub Terminal Agribisnis Ganting Maju Bersama (STA GMB) terus dilakukan pengembangan. Hari ini (11/1/2021) di STA ini, dibuka outlet khusus eceran untuk penjualan langsung ke warga dengan tampilan menarik layaknya minimarket.

Sayuran segar hasil produksi petani Kelurahan Ganting, Kecamatan Padangpanjang Timur dan sekitarnya itu, dipajang di rak-rak khusus outlet yang diberi nama Outlet Sayur STA GMB ini. Hampir semua jenis sayuran, ada di sini. Termasuk beras dan komoditi lainnya.

Launching outlet sayur ini ditandai dengan berbelanjanya Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran ke lokasi yang berada persis di seberang jalan RSUD Padangpanjang tersebut, Senin (11/1). Wali kota muda itu, membeli sayur japan (labu siam, red), sawi, cabai, kentang, beras dan lainnya.

Fadly Amran mengucapkan selamat kepada pengelola STA GMB yang telah mendirikan outlet khusus eceran ini. “Ini yang kita harapkan. Semoga dengan telah dibukanya outlet sayur ini, dapat meningkatkan penjualan dan kesejahteraan masyarakat Ganting, khususnya para petani. Nanti kalau dalam prosesnya ada kesulitan atau kendala, Pemko siap membantu,” kata Fadly yang didampingi Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (DPP), Ade Nefrita Anas, Camat Padangpanjang Timur, Doni Rahman, lurah dan tokoh masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Aktifkan Kereta Api ke Padangpanjang, Minta SKA Jadi Destinasi Wisata

Kabid Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan DPP, Fitriadi M menjelaskan, STA GMB ini awalnya adalah grosir khusus sayuran yang menampung hasil produksi petani setempat.

Pedagang pengumpul membeli produk petani di STA GMB ini dengan harga yang pantas. Petani diuntungkan dari sisi harga yang selama ini di bawah kendali para toke. STA GMB beroperasi dua kali seminggu.

“Dalam pengembangannya, berdasarkan ide Pak Wali, di STA GMB ini dibuka outlet khusus. Tidak hanya sebagai lokasi jual beli partai besar atau grosir, dengan adanya outlet, pembelian eceran pun dilayani di sini, untuk memenuhi kebutuhan sayur-mayur masyarakat,” jelasnya.

Untuk pengembangan outlet ini, pemko melalui DPP, membantu pengadaan rak display dan sarana lainnya melalui APBD perubahan. Sehingga tampilan outlet ini bisa menarik masyarakat untuk berbelanja di sini.

“Outlet ini akan melayani pembeli setiap hari. Sementara STA GMB yang biasanya beroperasi dua kali seminggu, kini juga hamper setiap hari ada transaksi,” jelas Fitriadi.

Dikatakannya, produk pertanian di outlet ini, belum ada pemisahan hasil pertanian organik maupun anorganik. “Ke depan, akan dikembangkan ke arah itu,” ujarnya. (rel)