Kuota Cuma untuk 800 Orang, Kartu Prakerja Sasar 2,1 Juta Korban PHK

ilustrasi. (net)

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin mengerikan. Saat ini, ada sekitar 2,1 juta orang di PHK akibat Covid-19 dan ketidakpastian ekonomi global. Untuk menekan jumlah PHK, program kartu prakerja terus dioptimalkan di masa pandemi. Pemerintah kembali membuka pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 4 sejak Sabtu (7/8) lalu. Kuota peserta mencapai 800 ribu orang yang mendaftar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, Kartu Prakerja jadi salah satu strategi pemerintah menyediakan akses peningkatan skill bagi masyarakat sehingga makin mudah memiliki pekerjaan.

“Dengan skill yang meningkat, diharapkan jumlah pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa menurun. Target peserta di gelombang empat ini kita tingkatkan menjadi 800 ribu orang,” ujar Airlangga.

Ia melanjutkan, dengan peningkatan kapasitas peserta di gelombang keempat ini diharapkan jumlah karyawan yang di-PHK dapat berkurang secara drastis. “Sehingga mereka yang ter-PHK selama pandemi diharapkan bisa kembali bekerja dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ucap Airlangga.

Pendaftaran kartu Prakerja dibuka melalui situs prakerja. go.id. Pendaftaran dibuka Sabtu siang pukul 12.00 dengan kuota 800 ribu orang. Besarnya insentif yang diberikan pada peserta Kartu Prakerja gelombang 4 ini tetap sama, seperti sebelumnya yakni Rp 3.550.000.

Baca Juga:  Pasar Produk Halal Dikuasai Thailand

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddin menambahkan, sebanyak 2,1 juta pekerja yang dirumahkan akibat virus korona dan menjadi korban PHK bakal menjadi prioritas dalam penerimaan program Kartu Prakerja gelombang keempat ini.

Dikatakannya, jumlah korban PHK dan dirumahkan yang telah diverifikasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan meningkat. Dari sebelumnya berjumlah 1,7 juta orang, per akhir Juni naik menjadi 2,1 juta orang.

“Kartu Prakerja diprioritaskan bagi yang terdampak pandemi dan belum menerima bansos. Data yang kami terima dari yang awalnya 1,7 juta orang dirumahkan dan jadi korban PHK, saat ini meningkat jadi 2,1 juta orang. Ini yang akan jadi prioritas,” kata Rudy.

Ia melanjutkan, 80 persen peserta yang terjaring dalam Kartu Prakerja diutamakan berasal dari 2,1 juta orang terdampak korona. “Kami bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan penerima adalah pihak-pihak yang terdata dalam prioritas,” tegasnya. (nov/jpg)