Telkom Bukukan Laba Bersih Rp 10 T, Ditopang Bisnis Digital

ilustrasi. net)

Di tengah badai Covid-19 dan jurang resesi, pendapatan Telkom tetap kiclong di udara.
Operator merah putih milik negara ini mencatat pendapatan konsolidasi perseroan sebesar Rp 66,9 triliun dengan laba bersih Rp 10,99 triliun di pertengahan tahun ini.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, Telkom masih mencatat kinerja yang baik, di mana margin EBITDA dan margin laba bersih tumbuh dibandingkan tahun lalu.

Kinerja perseroan yang sehat juga tercermin dengan meningkatnya arus kas dari kegiatan operasi yang tumbuh 23,4 persen menjadi Rp 34,2 triliun. “Kinerja bisnis perusahaan ini tidak lepas dari peningkatan lini bisnis Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome yang pendapatannya tumbuh masing-masing 13,5 persen dan 19,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ungkap Ririek.

Saat ini, bisnis digital Telkomsel tumbuh sebesar 13,5 persen menjadi sebesar Rp 31,9 triliun dengan total kontribusi yang tumbuh signifikan hingga 72,4 persen dari total pendapatan Telkomsel.

Pencapaian ini didorong oleh 160,1 juta pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 105,1 juta. Hal ini menyebabkan konsumsi layanan data tumbuh 43,8 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi 7.037 MB per pelanggan data dan menjadi tren positif bagi broadband ARPU.

Begitupun dengan lalu lintas data yang meningkat 40,3 persen menjadi 4.255.250 TB.
Telkomsel juga sudah membangun sebanyak 15.831 BTS 4G untuk memperkuat infrastruktur dan mengembangkan bisnis digital.

Baca Juga:  Ekonomi 33 Negara akan Berkontraksi

Hingga saat ini, total BTS sebanyak 228.066 unit atau tumbuh 11,7 YoY dengan BTS 3G dan 4G/LTE mencapai lebih dari 177 ribu unit atau 77,9 persen dari total keseluruhan.
Selain itu, IndiHome juga mencatat pendapatan sebesar Rp 10,4 triliun yang dikontribusi dari 7,45 juta pelanggan. Jumlah pelanggan tumbuh 24,2 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Meski dihadapkan pada situasi pandemi, IndiHome berhasil menambah lebih dari 448 ribu pelanggan baru sepanjang enam bulan pertama 2020. Sementara, Telkom telah memiliki data center di 22 lokasi. Groundbreaking data center tahap pertama di tier 3 dan 4 dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2021.

Selanjutnya, segmen Wholesale & International Business menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan pendapatan 13,9 persen terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi dan Voice Wholesale.

Sementara belanja modal perseroan di semester I/2020 mencapai Rp 12 triliun. Modal itu digunakan untuk membangun infrastruktur broadband baik untuk mobile maupun fixed broadband.

“Telkom akan terus berinovasi memberikan produk dan layanan digital, tidak hanya untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat, tapi juga untuk menggerakkan perekonomian nasional,” pungkas Ririek. (nov/jpg)