Perdagangan Saham Sempat Disetop

ilustrasi. (net)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat membekukan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 10.36. Ini menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 5 persen di level 4.892,87 atau turun 257,49 poin. Perdagangan kemudian dilanjutkan pada pukul 11.06 WIB. Tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

“Dengan ini, kami menginformasikan hari ini (kemarin, red), telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan di BEI,” kata Sekretaris perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono melalui siaran resmi, Kamis (10/9).

Terkait hal ini, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menilai, anjloknya IHSG adalah reaksi yang wajar dari rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang memutuskan kembali menerapkan PSBB di Ibu Kota pada Senin (14/9) mendatang. “Wajar ya, terjadi reaksi pasar terhadap rencana PSBB ini. Sepertinya, ini memang diperlukan untuk menjaga tingkat penularan Covid-19, terutama di Jakarta,” kata Laksono.

Terkait hal ini, Pengamat Pasar Modal dari PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, anjloknya nilai IHSG itu antara lain dipicu oleh rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk kembali menerapkan PSBB Ketat. Seperti di awal pandemi Covid.

Baca Juga:  Bangun Kepedulian lewat CSR, PLN UPK Teluk Sirih Bantu Warga Sekitar

“Masalahnya, ketika negara lain ada pelonggaran, kita malah makin memperketat. Di saat mereka sudah mulai menata ekonominya, kita kembali dihadapkan pada keterpurukan ekonomi,” papar Hans.

Ia mencatat, ada aliran dana keluar sebesar Rp 500 miliar pascarencana pengumuman PSBB ketat. “Meski nilainya terbilang kecil, namun akan memberi dampak bagi pasar. Rupiah pasti akan berimbas. Kalau rupiah melemah, pasti inflow juga sedikit. Malah turun. Saya harap, hal ini hanya sesaat. Kita lihat nanti di perdagangan Jumat dan Senin,” imbuhnya.

Trading halt dilakukan sesuai Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat. (dwi/jpg)