Konsumsi dan Investasi Swasta Tumbuh

58
ilustrasi. (jawapos.com)

Indonesia telah berhasil melewati titik terendah (rock bottom) dalam perekonomiannya. Hal ini tergambar dari angka pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2020 yang meski masih terkontraksi -3,49 persen secara Year on Year (YoY), tetapi membaik dibandingkan kondisi triwulan II-2020 yang terkontraksi mencapai -5,32 persen.

Secara Quarter to Quarter (QtQ) atau dibandingkan kondisi triwulan sebelumnya, ekonomi Indonesia juga tumbuh tinggi di angka 5,05 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan perbaikan ekonomi global yang mulai terlihat di triwulan III-2020.

Perbaikan kondisi ekonomi pada triwulan III ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang dilakukan secara intensif dalam upaya Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Pemerintah juga telah berupaya keras dalam penanganan kesehatan telah mendorong kepercayaan yang kemudian meningkatkan aktivitas masyarakat.

“Begitu pun intervensi pemerintah melalui program-program pemulihan ekonomi yang ditujukan untuk menahan laju penurunan kinerja ekonomi, yang berhasil menggerakkan konsumsi masyarakat dan investasi swasta,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Merdeka, Jakarta.

Perbaikan ekonomi Indonesia dari sisi permintaan (demand) didukung oleh pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 9,76 persen (YoY). Hal ini menggambarkan upaya pemerintah dalam menstimulasi perekonomian melalui program-program PEN.

Perbaikan juga terlihat pada sisi penawaran. Pemerintah menyebut terdapat sektor yang melejit tinggi setelah di triwulan sebelumnya tumbuh minus, yaitu: sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 24,28 persen dari -29,18 persen di triwulan sebelumnya, sektor akomodasi dan makanan minuman tumbuh 14,79% dibandingkan triwulan sebelumnya di posisi -22,21 persen, industri pengolahan tumbuh 5,25 persen dari posisi -6,29 persen, dan sektor perdagangan yang tumbuh 5,68 persen dari posisi -6,71 persen di triwulan sebelumnya.

“Sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan sosial, perbaikan cukup signifikan juga dialami oleh sektor transportasi dan pergudangan, serta sektor penyediaan akomodasi dan makanan-minuman (mamin) yang sebelumnya mengalami kontraksi terdalam, tetapi pada triwulan ini mengalami pertumbuhan antar kuartal yang tertinggi,” jelas Menko Airlangga.

Baca Juga:  Indonesia Targetkan Jadi Negara Maju, Mendag: ASEAN Harus Kompak

Kemudian, indikasi perbaikan juga terlihat pada sejumlah indikator ekonomi seperti Purchasing Managers Index (PMI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), indeks penjualan ritel, dan surplus neraca perdagangan.

Indikasi pemulihan ekonomi ini juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga menurut pengeluaran, yang juga menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan triwulan kedua. Konsumsi Rumah Tangga tercatat tumbuh 4,70 persen dari posisi -6,53 persen pada triwulan kedua, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 8,45 perse dari -9,71 persen di triwulan sebelumnya, dan Belanja Pemerintah tercatat naik 16,93 persen.

Secara spasial, lanjutnya, kinerja pertumbuhan ekonomi daerah masih sangat dipengaruhi oleh faktor kesehatan yang menyebabkan pembatasan fisik dan sosial, serta aktivitas pariwisata. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan ketiga, dibandingkan dengan triwulan kedua menunjukkan angka positif untuk seluruh provinsi.

Seperti DKI Jakarta yang tumbuh 8,38 persen dan berkontribusi pada PDB nasional sebesar 17,66 persen. Pro-vinsi Jawa Timur tumbuh 5,89 persen dengan kontribusi sebesar 14,73 persen, Sulawesi Selatan tumbuh 8,18 persen dan berkontribusi 3,33 persen, serta Sumatera Utara yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,13 persen dengan kontribusi 5,13 persen.

Sementara di sektor Kominfo, masih dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Menkominfo Johnny G Plate mengungkapkan, pihaknya terus mengupayakan membantu pelayanan kesehatan penanganan pandemi Covid-19.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) belum lama ini mengumumkan telah membuka akses internet di ribuan fasilitas kesehatan, baik rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

“Pemerintah berkomitmen untuk melakukan akselerasi penyediaan akses internet di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan prioritas yang perlu dilakukan untuk percepatan penanganan COVID-19,” ujar Menkominfo Johnny. (jpg)