Rp 12,06 T untuk Padat Karya Tunai

21
Program PKT. (net)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot program infrastruktur kerakyatan melalui skema Padat Karya Tunai (PKT/cash for work). Tahun ini, program PKT ditargetkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 777.206 orang dengan anggaran sebesar Rp 12,06 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Ia berharap, PKT juga dapat memberikan manfaat langsung untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi Covid-19. “PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaannya harus memperhatikan protokol physical dan social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Basuki, kemarin.

Basuki menyebutkan, untuk program infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) dialokasikan anggaran Rp 3,23 triliun yang dilaksanakan oleh seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS), Ditjen SDA Kementerian PUPR yang tersebar di 34 provinsi.

Anggaran tersebut, disalurkan melalui 7 kegiatan yakni Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di 10.000 lokasi senilai Rp 2,25 triliun dan pembuatan Akulfer Buatan Simpanan Air Hujan (Absah) senilai Rp 70,8 miliar yang tersebar di 265 lokasi.

Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) Air Tanah dan Air Baku di 1.703 lokasi sebesar Rp 68,49 miliar, OP Irigasi dan Rawa di 735 lokasi sebesar Rp 213 miliar, Tugas Pembantuan OP Irigasi dan Rawa sepanjang 2.041 km sebesar Rp 328 miliar.

Baca Juga:  23 Mei, Ekspor CPO Dibuka, Andre Rosiade: Solusi Menyelamatkan Petani

OP Sungai dan Pantai di 1.360 lokasi dengan anggaran sebesar Rp 244 miliar, dan OP Bendungan, Danau, Situ, Embung sebesar Rp 60,52 miliar di 503 lokasi. Di bidang jalan dan jembatan, PUPR menganggarkan sebesar Rp 3,01 triliun untuk pekerjaan preservasi jalan senilai Rp 1,05 triliun, preservasi jembatan sebesar Rp 460 miliar, dan revitalisasi drainase jalan sebesar Rp 1,5 triliun.

Kemudian bidang Permukiman dialokasikan anggaran sebesar Rp 3,36 triliun yang digunakan untuk program PKT regular, seperti Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 4.390 desa dengan anggaran Rp 910 miliar. Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dengan dana Rp 1,56 triliun dan akan dilaksanakan di 1.260 lokasi, Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di 147 lokasi dengan anggaran Rp 90 miliar.

Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) di 900 kecamatan sebesar Rp 540 miliar, serta Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di 261 kelurahan dengan anggaran Rp 260 miliar.

Selanjutnya, anggaran padat karya juga disalurkan oleh Ditjen Perumahan melalui program rumah subsidi atau dikenal dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 114.900 unit. Pada TA 2021 dialokasikan sebesar Rp 2,46 triliun yang dilaksanakan melalui peningkatan kualitas rumah swadaya. (fik/jpg)