Kartu Prakerja Bisa Hangus, Pemda Diminta Beri Pendampingan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Kemenko Ekon)

Pemerintah daerah (pemda) melalui Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi UKM diminta membantu memberikan pendampingan pendaftaran program kartu prakerja melalui situs resmi www.prakerja.go.id.

Bantuan diberikan pemda dalam bentuk menyediakan beberapa komputer untuk masyarakat di tempat yang ditentukan pemda.

“Dalam masa pandemi Covid-19 ini, pelatihan yang tersedia hanya pelatihan online,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sabtu (11/4).

Setelah kondisi normal, lanjut Airlangga, pelatihan juga akan melalui tatap muka (offline).

Ia menambahkan bahwa bantuan pelatihan lewat Kartu Prakerja ini hanya diberikan satu kali kepada satu orang. “Supaya manfaat ini dapat merata dan lebih banyak,” imbuhnya.

Peserta yang menerima kartu prakerja akan diberikan pemberitahuan melalui email dan/atau SMS. Kartu prakerja bukanlah kartu fisik, melainkan sebuah kode unik 16 angka yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran pelatihan.

“Peserta bisa memilih pelatihan yang diinginkan di platform digital mitra resmi program kartu prakerja, yaitu: Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, dan Sisnaker,” ujarnya.

Setiap penerima kartu prakerja, menurut Airlangga, akan mendapatkan paket manfaat total senilai Rp3.550.000, yang terdiri dari bantuan, satu, biaya pelatihan sebesar Rp1.000.000 yang dapat digunakan untuk membeli aneka pelatihan di platform digital mitra.

Dua, insentif yang akan ditransfer ke rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo atau GoPay milik peserta. Insentif ini terdiri dari dua bagian, yakni insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan (Rp2.400.000). Lalu, insentif pasca pengisian survei evaluasi sebesar Rp50.000 per survei untuk 3 kali survei (Rp150.000).

“Peserta dapat mengambil pelatihan selanjutnya apabila sudah menuntaskan pelatihan yang pertama,” jelasnya.

Bantuan katu prakerja akan hangus bila dalam waktu 30 hari sejak ditetapkan sebagai penerima, peserta belum menggunakannya untuk pelatihan pertama.

“Sisa bantuan biaya pelatihan setelah pelatihan pertama dapat digunakan untuk membeli modul pelatihan selanjutnya hingga 31 Desember 2020,” ujarnya.(esg)