PLN Sumbar Bantu Lima Unit Wastafel Portabel Otomatis

48
Pemprov Sumbar menerima bantuan lima unit wastafel portabel otomatis dari PLN Sumbar. (Foto: IST)

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar menyerahkan lima unit wastafel portabel otomatis. Bantuan ini diterima Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Lobi Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (12/6/2020).

Gubernur mengatakan bantuan ini sangat bermanfaat untuk pencegahan penularan Covid-19, karena sesuai protokol kesahatan rajin cuci tangan adalah salah satu diantaranya.

“Kota Padang hari ini terakhir masa transisi menuju new normal, setelah ini kita akan bekerja seperti biasa,” ungkap Gubernur.

Untuk itu Gubernur mengimbau masyarakat, dengan berakhirnya masa transisi new normal dan kembali ke kehidupan seperti biasa, protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan tetap dilaksanakan.

General Manager PT PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto menjelaskan, bantuan ini salah satu bentuk program Badan Usaha Milik Negara (BUMN) peduli.

Sebelumnya kata Bambang, PLN juga sudah menyalurkan bantuan masker medis untuk RSUP M Djamil dan RSAM Bukittinggi, unit-unit PLN serta sembako kepada warga yang terdampak.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat serta bisa dimanfaatkan di tempat-tempat yang membutuhkan di lingkungan Pemprov Sumbar,” papar Bambang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Provinsi Sumbar, Rumainur, mengatakan, wastafel portabel ini nantinya akan diletakkan di Pintu Utama Kantor Gubernur dan Gedung Escape Building Setdaprov Sumbar. Selain itu, juga diakan diletakkan di rumah dinas Gubernur Sumbar, Wakil Gubernur dan Sekdaprov Sumbar.

“Kita akan koordinasikan penempatan wastafel portabel ini dengan Biro Umum Setdaprov Sumbar nantinya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar juga telah menerima secara bertahap bantuan 200 unit wastafel portabel dari Satgas BUMN. Bantuan wastafel portabel tersebut telah jelas peruntukannya, seperti untuk rumah sakit, kantor OPD Pemprov Sumbar dan masjid-masjid.

Meski demikian, dari bantuan wastafel portabel yang ada belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di tempat-tempat pelayanan public di tengah masyarakat.

“Kita butuh sekitar 500 unit lagi wastafel portabel untuk ditempatkan di tempat-tempat public di tengah masyarakat, seperti mesjid dan sekolah-sekolah,” ujar Rumainur. (*)