153 Investor Asing Siap Masuk RI

28
ilustrasi. (net)

Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang baru disahkan di DPR diyakini mampu menarik investor. Tercatat, 153 perusahaan asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, UU Ciptaker semakin memudahkan investor asing beroperasi di Indonesia. Peraturan yang tadinya menyulitkan, seperti perizinan dan birokrasi, dipangkas dalam undang-undang tersebut.

Airlangga mengatakan, masuknya perusahaan asing ke Indonesia diharapkan mampu menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat. “Ada 153 perusahaan yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Di antaranya, manufaktur, otomotif, dan petrokimia. Kita juga tunggu sektor padat karya yang akan menyerap banyak tenaga kerja,” kata Airlangga di Jakarta, baru baru ini.

Ketua Umum Partai Golkar itu pun optimistis, Indonesia makin dilirik investor asing. Pasalnya, Indonesia merupakan negara di ASEAN yang memiliki ekonomi yang besar.
Kendati begitu, Airlangga memastikan pemerintah tidak akan menganakemaskan satu sektor dalam investasi. Dalam memberikan ruang untuk meningkatkan investasi, pemerintah juga akan menyesuaikan dengan situasi di tengah pandemi saat ini. “Kita buka untuk sektor pertanian, kelautan, perikanan, energi dan sumber daya mineral serta perumahan,” jelas Airlangga.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia juga optimistis UU Ciptaker akan menarik lebih banyak proyek investasi asing langsung ke Indonesia.
Menurut dia, kemudahan investasi mendesak dilakukan. Karena realisasi investasi paruh pertama 2020 hanya Rp 402,6 triliun atau 49,3 persen dari target penyesuaian tahun 2020 sebesar Rp 817,2 triliun. “Penurunan realisasi investasi periode ini disebabkan oleh turunnya Penanaman Modal Asing (PMA) di tengah pandemi Covid-19,” ujar Bahlil.

Baca Juga:  Banyak Warga Bayar Pajak lewat E-Commerce

Sepanjang pandemi korona, terjadi pergeseran komposisi, di mana investasi dalam negeri memberikan kontribusi lebih dari setengahnya, dengan nilai Rp 207,0 triliun (51,4 persen). Sedangkan Penanaman Modal Asing sebesar Rp 195,6 triliun (48,6 persen). Karena itu, BKPM berharap, dengan hadirnya UU Ciptaker, investor besar, baik domestik maupun asing makin berminat menanamkan modalnya di Indonesia.

Selain itu, Bahlil mengatakan, investor besar nanti harus mau bekerja sama dengan perusahaan nasional maupun usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) yang tertuang dalam undang-undang tersebut.

Senada, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, kehadiran UU Ciptaker ini akan mendongkrak pendapatan negara. Khususnya di sektor energi, meski membebaskan kewajiban pembayaran royalti.

Menurut Arifin, beleid yang ada di UU Ciptaker ini bisa menarik investasi sebesarbesarnya. Hal ini juga bisa berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang besar. “Undang-Undang Cipta Kerja kian memudahkan investasi dan memberikan nilai tambah bagi sumber daya alam (SDA) kita,” tegas Arifin. (nov/jpg)