Imbas Pandemi Covid-19, Lima Target SDGs Terancam tak Tercapai

ilustrasi SDGs. (net)

Pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor, baik kesehatan maupun ekonomi. Imbasnya, sejumlah target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) terancam tak tercapai. Dalam catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), lima target dalam program SDGs terancam tidak tercapai.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna merinci target program SDGs yang berpotensi tidak tercapai itu. Yakni memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan untuk semua usia. Kemudian, target mengakhiri kemiskinan ekstrem dan mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi. Selain itu, memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup bagi semua juga bakal gagal tercapai.

“Kemiskinan masih terus terjadi dan masih cukup sulit. Jadi komponen SDGs sulit tercapai,” kata Agung dalam Webinar International Ensuring Trans­parency and Accountability in Covid-19 Pandemic: a Multi-Stakeholder Approach/Perspective di Jakarta, kemarin.

Dia menyatakan, target program SDGs tersebut terancam tidak tercapai, karena hingga saat ini pandemi belum mereda. Justru memasuki gelombang kedua di beberapa negara. “Pandemi merupakan tantangan yang sangat besar. Tidak ada satu negara pun yang siap menghadapinya, dan masih berjuang untuk mengatasi ini,” ujarnya.

Agung mengatakan, krisis kesehatan ini juga telah membuat ekonomi dunia dalam kondisi buruk, mendorong jutaan orang kembali ke dalam kemiskinan. Covid-19 juga memperparah keadaan yang sebelumnya telah mengalami gangguan global lainnya, seperti krisis keuangan pada 2008 dan krisis teknologi atau Industri 4.0 pada 2009. Ada juga krisis politik pada 2016. “Kami tidak punya pilihan lain selain merangkul situasi dan membiasakannya dengan mengadaptasi normal baru,” tegasnya.

Baca Juga:  Hadir dengan Wajah Baru, New Carry Dilengkapi APAR

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengakui, target SDGs semakin tidak mudah dicapai di tengah pandemi. Jokowi mengatakan, bukan hanya target SDGs Indonesia yang sulit dicapai, tapi juga target SDGs di dunia. Sebab, Covid-19 terjadi di seluruh negara.

“Saat ini, tantangan mencapai target SDGs semakin berat, pan­demi mengakibatkan krisis kesehatan dan perekonomian yang memperkeruh capaian SDGs,” tutur Jokowi dalam Konferensi Tahunan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2020 Indonesia, Kamis (17/12).

Meski begitu, Jokowi menegaskan, pemerintah tak menurunkan target SDGs. Pemerintah justru harus mencari terobosan baru agar bisa mencapai target tersebut. “Tidak ada cara lain bahwa inovasi harus dilakukan secara efektif dan efisien. Ini harus dikembangkan dan hasilnya harus maksimal. Harus diperjuangkan,” tegas Jokowi.

Untuk itu, pemerintah bisa bekerja sama dengan peneliti, akademisi dan institusi untuk mencapai target SDGs. Mereka memiliki keunggulan masing-masing untuk membantu Pemerintah mencapai target yang ditetapkan. “Kekayaan pengetahuan (peneliti, akademisi dan institusi) yang harus disinergikan. Butuh keseriusan untuk saling berbagi. Butuh agenda yang jelas di setiap forum dengan target yang jelas,” ucap Jokowi.

Eks Wali Kota Solo itu juga memerintahkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa untuk menyiapkan strategi nasional guna mempercepat pencapaian SDGs. Jokowi mengingatkan seluruh Kementerian/Lembaga untuk selalu minta masukan dari ahli dalam membuat kebijakan agar lebih terstruktur. (nov/jpg)