Sopir BBM Minta yang “Kencing di Jalan” Jangan Langsung Dipecat…

herru/ padek Sampaikan Aspirasi: Awak mobil tangki menyampaikan aspirasi di Integrated Terminal (IT) Bungus Teluk Kabung, Padang, kemarin (12/6). Mereka merasa kebijakan PT Elnusa Petrofin selaku pengelola tidak memihaknya. (Foto Ilustrasi: IST)

Distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) se-Sumbar terganggu 2,5 jam. Menyusul, aksi mogok puluhan sopir pengangkut BBM/ awak mobil tangki (AMT) di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Bungus.

Aksi AMT dikelola PT Elnusa Petrofin ini berlangsung mulai pukul 07.00 ini, sempat mendapat perhatian masyarakat.

Sekitar pukul 07.45, dilakukan negoisasi persuasif melibatkan PT Elnusa Petrofin, perwakilan Pertamina dan Kapolsek Bungus Teluk Kabung AKP Adhi Jais, serta koordinator lapangan (Korlap) dan AMT.

Korlap aksi Adi Gumara mengatakan, pihaknya merasa kebijakan baru PT Elnusa Petrofin tidak memihak mereka. Mereka ingin hari kerja diberlakukan seperti sebelum pandemi Covid-19, yakni empat hari kerja dan dua hari libur. Dinilai, kebijakan ini mengakibatkan pendapatannya menjadi berkurang.

AMT juga keberatan dengan adanya sistem pelacakan di tangki mereka berupa GPS yang ditujukan untuk mengawasi tangki agar tidak berada di zona hitam atau zona pencurian minyak dalam waktu lama.

Sopir tangki ini juga meminta agar sopir yang ketahuan melakukan pencurian agar tidak langsung di-PHK, namun cukup dijatuhkan sanksi lain.

Corporate Communication Head PT Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo kepada Padang Ekspres menyebutkan, sopir truk pengangkut BBM bukan melakukan unjuk rasa. Pasalnya, tidak ada orasi dan spanduk, namun hanya melakukan aksi mogok untuk menyampaikan aspirasi.

Diakuinya, akibat aksi ini distribusi BBM ke SPBU sempat tertunda. Biasanya mulai pukul 06.30, namun kemarin distribusi BBM baru dimulai pukul 09.00.

“Bukan terhenti dalam penyaluran BBM, namun tertunda beberapa saat,” sebut Putiarsa.

Soal pengembalian jam kerja, menurut Putiarsa, pihaknya tidak bisa melakukannya karena sistem pendistribusian sudah diatur sedemikian rupa oleh Pertamina.

”Begitu pula pemasangan GPS. Ini bentuk pelayanan yang kita berikan kepada Pertamina untuk menghilangkan aksi pencurian minyak atau kencing di jalan. Teknologi ini tentu tidak dapat dihilangkan karena memang komitmen kita agar pencurian minyak tidak lagi terjadi,” ungkapnya.

Terakhir persoalan sopir tidak di-PHK bila ketahuan mencuri minyak, Putiarsa menyebut, pihaknya akan merundingkan hal ini di TBBM.

”Akhirnya untuk sanksi, kita akan berikan secara menyeluruh,” katanya.

Sementara itu, Unit Manager Comm, Rel, & CSR MOR I M Roby Hervindo mengakui, sebagian AMT PT Elnusa Petrofin menyampaikan aspirasi di Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung.

”PT Elnusa Petrofin pagi tadi langsung melakukan mediasi dengan beberapa AMT. Dari hasil mediasi dicapai kesepakatan untuk menyelesaikan aspirasi AMT tanpa mengganggu operasional penyaluran BBM,” katanya.

Kondisi seperti ini sudah diantisipasi Pertamina dengan menjalin kerja sama dengan TNI dan Polri. Kedua institusi ini mempersiapkan personel sebagai awak mobil tangki pengganti sementara.

”Syukurlah dalam hal ini tidak perlu sampai menurunkan personel TNI dan Polri sebagai AMT cadangan. Kami menyampaikan apresiasi kepada AMT yang menyampaikan aspirasi tanpa menyebabkan terhentinya operasional,” tukasnya.

Saat Padang Ekspres, mewawancara beberapa sopir truk membawa BBM tersebut, namun mereka enggan memberi jawaban.

Sementara itu, Kapolsek Bungus Teluk Kabung AKP Andi Jais menjelaskan, aksi berjalan sekitar dua jam.

”Setelah pihak Pertamina dan PT Elnusa Petrofin melakukan pertemuan bahwa tuntutan mereka akan ditindaklanjuti, mereka pun bubar dan melakukan aktivitas seperti biasa,” ungkapnya. (cr10/err)