BI Sumbar Optimistis Inflasi Turun 2-3 Persen

KOMPAK: KPw BI Sumbar Endang Kurnia Saputra dan jajaran usai buka bersama wartawan Rabu (12/4) di gedung BI Muaro.(IST)

Bank Indonesia Provinsi Sumbar menargetkan inflasi Sumbar tahun 2023 turun ke 2-3 persen tahun 2023 ini. Untuk mencapai target itu, Bank Indonesia Sumbar bekerjasama dengan Pemprov Sumbar telah meluncurkan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumbar 2023.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Endang Kurnia Saputra optimis target itu tercapai. Karena sejumlah bahan pangan penyebab inflasi harganya sudah mulai turun sejak awal Ramadhan lalu.

“Tanda-tandanya sudah terlihat, harga cabai sudah turun. Bisanya di atas Rp 50 ribu sekilo sekarang berada di bawah Rp 50 ribu per kilogram,” ucapnya saat buka bersama wartawan di Gedung BI Muaro kemarin. Tak hanya cabai sejumlah komoditas lainnya menunjukkan tren penurunan, seperti bawang merah dan ikan laut.

Namun berdasarkan data historis, komoditas yang memberikan andil inflasi saat Ramadhan dan Idul Fitri yaitu cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, angkutan udara, minyak goreng, serta jengkol.

Untuk mengantisipasi itu, lanjut Adang, sapaan akrab Endang Kurnia Saputra, kegiatan gempur inflasi terus digencarkan. BI Sumbar telah membentuk komunitas peduli inflasi, komunitas milenial peduli inflasi, sekolah inflasi yang bertujuan untuk melakukan pengendalian inflasi di Sumbar.

Tak hanya itu, penguatan distribusi antar daerah melalui kerja sama dengan Kepri terus dilakukan. Untuk dalam Sumbar yakni sama dengan Kabupaten Tanahdatar dan Mentawai. Kemudian menggalakkan toko pesantren dan pelaksanaan pasar murah bekerjasama dengan Disperindag dan TTIC Sumbar.

Transaksi QRIS

Baca Juga:  Ajak Gen Z Digitalisasi dan Jaga Lingkungan

Adang mengatakan, pengguna QRIS di Sumatera Barat terus bertumbuh meskipun melambat sejak bulan November 2022 hingga Februari 2023 yang hanya berkisar 3-4% (Mtm). Selain itu pertumbuhan juga terjadi pada volume transaksi kumultatif QRIS Sumatera Barat, posisi kumulatif bulan Februari 2023 bertumbuh 17,73% (yoy).

“Upaya peningkatan QRIS melalui sinergi dengan berbagai lembaga merupakan langkah strategis utama KPwBI Prov. Sumatera Barat dalam mencapai target perluasan QRIS pada tahun 2023,” ujarnya seraya menargetkan pengguna QRIS 2023 sebanyak 308, 1 ribu.

Adang juga menyampaikan, Bank Indonesia menyayangkan penyalahgunaan QRIS di rumah ibadah yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di Masjid Istiglal Jakarta.

Atas penyalahgunaan QRIS tersebut, BI telah berkoordinasi dengan PJP agar QRIS yang disalahgunakan tidak dapat lagi menerima pembayaran agar tidak merugikan masyarakat dan pengelola rumah ibadah. Penyalahgunaan ini juga telah ditindaklanjuti oleh Penegak Hukum dan BI siap membantu sepenuhnya dalam proses penanganannya.

Masyarakat saat bertransaksi QRIS diimbau untuk selalu memperhatikan informasi di dalam aplikasi pada saat memindai QRIS, antara lain memastikan nama merchant yang tercantum di dalam aplikasi memang benar merchant yang menerima pembayaran sesuai dengan tujuan transaksi yang dilakukan, serta mengikuti petunjuk pembayaran yang diinformasikan oleh merchant.

“Masyarakat diminta untuk tidak melakukan transaksi apabila menemukan kejanggalan atau informasi yang tidak sesuai dengan profil merchant yang menerima pembayaran atau informasi transaksi yang tidak sesuai dengan tujuan pembayaran,” ujarnya. (eni)