Tiga Bank BUMN Syariah Sepakat Merger

30
Ketua Tim Project Management Office (PMO) dan juga Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Hery Gunardi (tengah) bersama Wakil Dirut BRI Catur Budi Harto (kedua kanan), Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto (kedua kiri), Dirut PT Bank BRI Syariah Ngatari (kanan) dan Direktur Bisnis Indonesia Financial Group Pantro Pander (kiri) dalam virtual press conference penandatanganan Conditional Merger Agreement pada (13/10). (net)

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan proses merger bank BUMN syariah berjalan terus. Ketiga induk bank bank Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menandatangani Conditional Merger Agreement (CMA), terkait dengan rencana penggabungan bank umum syariah, Selasa (13/10).

Langkah ini menjadi awal dalam proses merger syariah yang akan secara resmi dilakukan pada Februari 2021 mendatang. Ketua Project Management Office (PMO) Merger Bank Syariah Hery Gunardi mengatakan, proses CMA hari ini ibarat menjadi pintu awal menuju proses yang panjang menuju merger.

“Sebut saja ini stepping stone. Karena memang panjang prosesnya, kami mempersiapkan ini sejak Maret 2020, hingga nanti Februari tahun depan secara resmi proses merger terjadi,” jelasnya dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (13/10).

Ia menjelaskan proses merger akan melibatkan tiga anak usaha bank syariah milik Himbara, PT Bank BRI syariah Tbk sebagai survivor, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) dan PT BNI Syariah.

Penandatangan CMA ini dilakukan pada Senin (12/10) malam, yang dilanjutkan dengan penyampaian keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa (13/10) pagi.

Hery melanjutkan, di tahap CMA ini masih sangat awal, sehingga belum ada keputusan atau skema seperti apa yang akan dilakukan. Ia menjanjikan, pada 20-21 Oktober mendatang, akan ada pengumuman lebih lanjut langkah apa yang dilakukan dalam merger ini.

“Kami perusahaan induk sebagai perusahaan terbuka (Tbk), tidak boleh mendahului menyampaikan informasi material apa saja sebelum step-step tersebut dilalui. Nanti pengumuman merger plan akan lebih lanjut,” ucap Hery yang juga menjabat Wakil Direktur Bank Mandiri ini.

Rencana Kementerian BUMN menggabungkan ketiga bank syariah Himbara ini bertujuan agar Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, bisa memiliki bank syariah yang besar dan mampu membantu mengoptimalisasi potensi ekonomi dan keuangan syariah nasional, juga memperkuat ekosistem industri halal.

“Hasil penggabungan bank ini memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar,” katanya.

Hery menambahkan dalam merger ini nanti, setidaknya diproyeksikan total aset perbankan syariah yang bergabung menjadi Rp 390 trilun, target pembiayaan Rp 272 triliun, dan pendanaan mencapai Rp 335 triliun.

Baca Juga:  Fitch Rating Indonesia Kembali Naikkan Peringkat Bank Bukopin

“Ini rencana dengan asumsi pertumbuhan yang konservatif bagian dan upaya sebagai pilar ekonomi kekuatan baru, dan jangka panjang Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia,” cetusnya.

Direktur Utama BRI Syariah Ngatari mengaku siap mengemban amanah yang dititipkan pemerintah serta memohon dukungan dan doa restu kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, agar proses ini dapat berjalan dengan sukses, lancar, berkah, dan bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia.

“Kami sebagai satu-satunya bank umum syariah yang tercatat di bursa, siap menerima amanah ini dan siap bergandengan tangan dengan saudara-saudara kami yakni Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah untuk bekerja sama, bergotong royong, untuk memajukan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia,” ucapnya.

Ia berharap, bank syariah yang lahir dari proses ini bisa menjadi salah satu mesin utama dalam menggerakkan roda ekonomi umat di Indonesia. “Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses ini dapat dituntaskan dengan baik,” kata Ngatari.

Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan dukungannya terhadap rencana Kementerian BUMN melakukan merger atau penggabungan tiga bank BUMN syariah. Tiga Bank Syariah itu, PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM).

Wimboh mendukung upaya merger dan akuisisi di industri perbankan nasional. Harapannya, bisa meningkatkan efisiensi sesuai tujuan OJK untuk membangun industri perbankan yang sehat, memiliki daya saing. Serta memberikan kualitas layanan yang lebih baik serta untuk memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan ekonomi.

“OJK telah menerima informasi awal dan akan memfasilitasi dengan berbagai kebijakan dan ketentuan, agar aksi korporasi ini berjalan sesuai dengan tahapan waktu yang direncanakan,” katanya dalam keterangan, Selasa (13/10).

Menurutnya, penggabungan tiga bank BUMN Syariah ini juga sejalan dengan upaya Indonesia menjadi sentra pengembangan keuangan syariah, yang saat ini peringkat Indonesia sudah berada di posisi empat besar dalam pengembangan industri keuangan syariah, berdasarkan Islamic Finance Development Indicator. (dwi/jpg)