Doni Monardo Minta Lion Group Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo meminta Lion Group melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. (Foto: IST)

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo meminta Lion Group melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Hal yang sama agar dilakukan maskapai lain.

Kejadian penumpukan penumpang pada Kamis pagi (14/5/2020) di terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta diharapkannya tidak terulang kembali, termasuk di bandara seluruh Indonesia.

Doni menyampaikan hal itu Jumat sore (15/5/2020) kepada Managing Director  Lion Group Capt Daniel Putut Kuncoro Adi dan Direktur Safety Wings Air Capt Iyus Susianto di kantornya lantai 10 Graha BNPB, Jakarta.

Pakar Komunikasi Aqua Dwipayana yang mendampingi Doni dalam pertemuan tersebut, kepada padek.co (Grup Jawa Pos) mengungkapkan bahwa dengan semua pihak terkait termasuk perusahaan penerbangan, Doni rapat online membahas kejadian Kamis lalu.

Mengevaluasi dan merencanakan hal-hal yang perlu diperbaiki agar tidak terulang kembali.

Kepada Lion Group dan maskapai lainnya, jenderal TNI bintang tiga itu minta agar jadwal penerbangannya tidak berdekatan. Meski rata-rata jumlah penumpang 30 persen dari kapasitas tempat duduk di pesawat.

“Mari semua pihak bersama-sama secara disiplin melaksanakan imbauan pemerintah. Dengan cara itu kita bisa memenangkan perang melawan Covid-19,” tegas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.

Daniel dan Iyus dengan serius menyimak semua yang disampaikan Doni. Mereka bertekad melaksanakannya. Sebagai wujud dukungan Lion Group kepada pemerintah.

Pada kesempatan itu Daniel mewakili Lion Group menawarkan bantuan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk tranportasi yang terkait dengan urusan institusi yang dipimpinnya.

Mereka siap membantu pada rute-rute yang selama ini diterbangi pesawat Lion Group.

“Silakan sewaktu-waktu Pak Doni kontak kami jika membutuhkan transportasi. Kami siap membantu kelancaran aktivitas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan BNPB,” ungkap Daniel.

Di saat sedang ngobrol, sekitar 5 menit sebelum azan Magrib, Doni mengajak Daniel dan Iyus pindah ke ruangan rapat. Tujuannya untuk buka puasa bersama.

“Pak Daniel dan Pak Iyus mari kita pindah ruangan. Persiapan buka puasa,” ajak Doni ke Daniel dan Iyus sambil beranjak ke ruangan rapat.

Sambil buka puasa dengan beberapa orang lainnya, diskusi dengan Daniel dan Iyus dilanjutkan. Banyak hal yang dibicarakan.

Sebelum pamit Daniel menyerahkan miniatur pesawat Batik Air dan Lion Air ke Doni sebagai kenang-kenangan. Mereka sekaligus foto bersama.

“Makasih banyak Pak Doni untuk waktu dan semua diskusinya. Kami akan kontak Bapak jika ada hal-hal yang perlu kami konsultasikan terkait dengan Covid-19,” pungkas Daniel.

Mereka berdua, Daniel dan Iyus puas sekali atas pertemuan dengan Doni. Mereka berusaha secara optimal melaksanakan semua pesan Doni,.terutama dalam penerapan protokol kesehatan.(rel/esg)