Dipastikan tidak akan Ada PHK

18
ilustrasi. (net)

Pasca-pengumuman merger lewat penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) rencana penggabungan bank umum syariah, PT BNI Syariah maupun PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) memastikan tak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran karyawan masing-masing bank.

Ketua Project Management Office (PMO) Merger Bank Syariah Hery Gunardi mengatakan dalam proses ini tidak akan ada pengurangan karyawan. Seluruh karyawan akan menjadi satu keluarga besar yang membangun bank yang besar. Membangun kekuatan baru ekonomi syariah di pasar domestik maupun global.

Begitu juga dari sisi layanan nasabah di ketiga bank tersebut dipastikan masih berjalan lancar dan semestinya sampai saat proses merger selesai pada kuartal I-2021 mendatang.
“Layanan nasabah sampai hari ini tidak ada perubahan masih masing-masing, sampai nanti kita mendapatkan persetujuan dari otoritas, baik OJK, Pasar Modal dan perbankan lalu ada RUPS-LB,” terangnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/10).

Senada, Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari menegaskan, selama proses integrasi maupun setelah integrasi, ketiga bank syariah dan para pemegang saham menjamin tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sementara bagi para nasabah, selama merger ini belum berlaku efektif diminta tak perlu khawatir.

“Kami memastikan layanan dan operasional untuk nasabah pun akan tetap berjalan berdasar pemenuhan kebutuhan nasabah (customer centric). Tidak ada perubahan pada operasional, kebutuhan nasabah tetap menjadi prioritas dan pelayanan akan tetap kami berikan secara optimal,” tuturnya.

Baca Juga:  Laba Kliring Berjangka Tumbuh 22,18%

Ia mengaku optimistis, bank syariah nasional yang bersatu, mampu menciptakan bank syariah yang modern, inovatif, berbasis digital, berskala global sehingga harapannya bisa memberikan manfaat lebih luas, lebih besar kepada lebih banyak stakeholder.

Dan pada akhirnya dapat memakmurkan perekonomian Indonesia. “Kami siap membantu dan menyelesaikan proses merger ini agar manfaatnya segera dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Toni dalam keterangannya, Rabu (14/10).

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo menambahkan, hasil merger ini akan membantu mengembangkan industri halal yang menjadi new business dan new brand dengan potensi bisnis global mencapai Rp 30 ribu triliun, mencakup halal food, modest fashion, halal media, halal tourism, halal healthcare, halal cosmetics, serta haji dan umrah.

Ketiga bank syariah dan para pemegang saham juga menjamin tidak ada PHK selama proses penggabungan maupun setelah penggabungan. “Proses merger tidak mempengaruhi kegiatan operasional dan layanan bank, sehingga dana nasabah akan tetap aman terjaga, nasabah juga dapat melakukan aktivitas perbankan seperti biasa,” ujar Abdullah. (dwi/jpg)