Emas Dunia Naik, Emas Antam Turun

Harga emas makin bersinar didorong kecemasan investor terhadap perluasan penyebaran virus korona Covid-19. Investor berlomba-lomba menyelamatkan asetnya ke tempat yang berisiko rendah seperti emas.

Mengutip laman Reuters, Rabu (15/4), harga emas di pasar spot naik 1,3 persen menjadi USD 1.735,85 per ounce pada pukul 00.34 WIB. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen menjadi USD 1.768,90 per ounce.

Analis RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, pemburukan aset emas terkait dengan potensi masalah resesi atau depresi perekonomian dunia akibat Covid-19 yang menyerang roda perekonomian.

“The Fed baru saja menciptakan USD 2 triliun pekan lalu dan bank sentral lainnya di seluruh dunia melakukan hal serupa. Suku bunga berada di atau mendekati nol, ada banyak kekhawatiran di luar sana dan itu merupakan lingkungan yang sempurna bagi emas untuk diperdagangkan di atas USD 2.000,” ujarnya.

Dana Moneter Internasional memperkirakan perekonomian global akan menyusut hingga tiga persen tahun ini yang didorong oleh virus korona. Ini merupakan penurunan paling tajam sejak Great Depression pada 1930-an.

Pandemi yang menginfeksi lebih dari 1,88 juta orang di seluruh dunia dan membunuh 119.168 orang memaksa banyak negara untuk menutup aktivitas perusahaan dan mendorong bank sentral untuk merilis langkah-langkah dukungan.

Sementara logam mulia lainnya seperti palladium naik 1,2 persen menjadi USD 2.215,03 per ounce, sementara platinum melejit 3,6 persen menjadi USD 775,51 per ounce. Kedua logam itu naik lebih dari 5 persen di awal sesi. Perak melesat 2,3 persen menjadi USD 15,80 per ounce.

Sementara itu, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Rabu (15/4). Harga jual emas Antam turun Rp 5.000 menjadi Rp 943.000 per gram. Sebelumnya, harga emas dibanderol Rp 948.000 per gram. (*)