Akta Merger Tiga Bank Syariah Ditandatangani

122
Foto bersama usai penandatanganan akta penggabungan. (jpg)

Proses merger PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) telah sampai pada tahap penandatanganan Akta Penggabungan. Setelah masing-masing bank yang akan bergabung mendapat restu dari para pemegang saham melalui forum RUPSLB untuk menuntaskan merger.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penandatanganan akta penggabungan menunjukkan merger usaha tiga bank syariah terus berjalan sesuai jadwal.
Dia juga menegaskan, proses merger yang berlangsung sesuai dengan visi Pemerintah untuk menciptakan ekosistem syariah yang lebih mapan dan besar di Indonesia, sehingga dapat bermanfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, Kementerian BUMN mendukung penuh proses penggabungan usaha ini.

“Bank hasil merger diharap memiliki produk dan SDM yang kompetitif untuk menjawab kebutuhan pasar nasional serta global. Proses ini bisa berjalan berkat kerja keras semua pihak demi perkembangan ekonomi syariah yang lebih baik lagi,” kata Tiko dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (16/12).

Ia juga percaya struktur dan susunan kepengurusan yang sudah ditetapkan telah mencerminkan kebutuhan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Demi memastikan proses integrasi berjalan baik serta mulus, menurutnya, dibutuhkan profesional berpengalaman yang mengerti luar-dalam kondisi dari ketiga bank untuk mengawalnya.

Akta Penggabungan turut memuat susunan kepengurusan bank hasil merger yang terdiri dari 10 Direksi. Kepengurusan ini telah ditetapkan dalam RUPSLB BRIsyariah Selasa (15/2) lalu, dan akan mulai efektif bekerja setelah menjalani proses penilaian oleh OJK.

Adapun susunan Dewan Komisaris bank hasil penggabungan sesuai kesepakatan dalam RUPSLB BRIsyariah terdiri dari Mulya E Siregar sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Kemudian, Suyanto, Masduki Baidlowi, Imam Budi Sarjito, dan Sutanto menjabat sebagai Komisaris.

Baca Juga:  Excellent! Ini Kunci Indo Premier Sukses jadi Raja Pialang di Indonesia

Serta, Bangun S. Kusmulyono, M Arief Rosyid Hasan, Komaruddin Hidayat, dan Eko Suwardi menjabat sebagai Komisaris Independen. Susunan Dewan Pengawas Syariah diisi oleh Mohamad Hidayat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah. Lalu, Oni Syahroni Hasanudin, dan Didin Hafidhuddin sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah.

Sedangkan, susunan Direksi bank hasil penggabungan antara lain Hery Gunardi menjabat sebagai Direktur Utama. Ngatari sebagai Wakil Direktur Utama 1 dan Abdullah Firman Wibowo sebagai Wakil Direktur Utama 2.

Selanjutnya, Kusman Yandi sebagai Direktur Wholesale & Transaction Banking, Kokok Alun Akbar sebagai Direktur Retail Banking, Anton Sukarna sebagai Direktur Sales & Distribution, Achmad Syafii sebagai Direktur Information Technology. Posisi berikutnya diisi oleh Tiwul Widyastuti sebagai Direktur Risk Management, Tribuana Tunggadewi sebagai Direktur Compliance & Human Capital, dan Ade Cahyo Nugroho sebagai Direktur Finance & Strategy.

Hery Gunardi selaku Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, serta Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, menuturkan Bank Syariah Indonesia harus bisa segera bergerak pasca proses penggabungan tuntas. Demi mewujudkan visi menjadi salah satu bank syariah terdepan di Indonesia dan dunia.

”Struktur dan identitas baru ini semakin memicu semangat kami untuk menuntaskan merger dan integrasi sebaik mungkin, agar dapat beroperasi memenuhi segala kebutuhan nasabah dan masyarakat. Semangat yang ingin kami gaungkan melalui merger ini adalah persatuan,” ujar Hery. (jpg)