Inovasi Hyundai Dukung Mobilitas dan Era Elektrifikasi di Indonesia

51

Industri otomotif dunia terus menunjukkan perkembangan yang pesat seiring dengan kemajuan teknologi.

Beberapa pabrikan kini telah banyak yang mengembangkan mobil masa depan bertenaga listrik. Bahkan, ada yang bisa berjalan sendiri tanpa sopir (autonomous).

Pengembangan kendaraan untuk menunjang mobilitas manusia telah dimulai sejak abad ke-16 sejak penemuan kendaraan bertenaga uap.

Disusul munculnya kendaraan berbahan bakar bensin serta listrik pada abad ke-18. Namun, pada abad ke-19 mobil berbahan bakar bensin berkembang lebih pesat dibandingkan kendaraan listrik.

Selain harganya lebih murah, pesatnya pembangunan jalan raya dan ditemukannya banyak ladang minyak mentah semakin mendongkrak pamor mobil bensin.

Meski begitu, pengembangan mobil listrik tidak pernah berhenti. Pada abad ke-20, mobil tenaga listrik mulai mengalami perkembangan pesat menyusul peningkatan teknologi dan dukungan pemerintah negara-negara di dunia terhadap kendaraan yang ramah lingkungan.

Selain tidak berpolusi, mobil listrik juga semakin mudah mencari tempat untuk mengisi ulang. Infrastruktur pengisian listrik sudah tersedia di mana-mana.

Pesatnya teknologi juga membuat penggunaan mobil listrik lebih murah dan efisien dari sisi cost operation dibandingkan mobil berbahan bakar minyak.

Ramah Lingkungan

Era kendaraan listrik juga telah memasuki Indonesia. Apalagi sejak PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) meluncurkan mobil listrik murni (BEV) IONIQ Electric dan KONA Electric sebagai game changer yang akan membawa Indonesia semakin dekat dengan mobilitas masa depan.

Bagaimana tidak, dalam sekali pengisian daya jarak tempuh KONA Electric dapat mencapai 305 km (berdasar Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure/WLTP), sedangkan IONIQ Electric dapat mencapai jarak 311 KM (WLTP) dalam sekali pengisian daya.

Untuk pengisian baterai KONA Electric dari 10 persen hingga 80 persen dengan menggunakan stasiun pengisian kendaraan listrik berkapasitas 100 kw, estimasi waktunya hanya 47 menit, sementara pengisian daya penuh IONIQ Electric untuk pengisian nol hingga 80 persen dapat dicapai dalam 54 menit menggunakan daya yang sama.

”Hyundai selalu fokus pada visi dalam menciptakan kemajuan untuk kemanusiaan. Kami berkomitmen memulai ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat, dan menjadi game changer dalam teknologi mobilitas ramah lingkungan,” ujar Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) SungJong Ha.

Di Indonesia, mobil listrik murni memperoleh sejumlah fasilitas dari pemerintah. Di antaranya, pajak kepemilikan kendaraan yang lebih rendah pada pembelian awal, tarif pajak kendaraan tahunan yang lebih rendah, serta insentif nonfiskal seperti bebas dari pembatasan area lalu lintas ganjil genap.

Selain infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah, HMID pun turut aktif menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik.

Fasilitas itu tersebar di semua diler resmi Hyundai dan bekerja sama dengan mitra-mitra bisnis lainnya di beberapa titik yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Di antaranya, termasuk area perkantoran, cafe, hotel, dan juga restoran.

Selain itu, HMID bekerja sama dengan PT Jasa Marga Related Business untuk menyediakan infrastruktur DC Fast Charging di Rest Area Km 519A (Sragen) yang berada di jalur tol Jakarta menuju Surabaya dan di Rest Area Km 519B (Sragen) yang berada di jalur tol Surabaya menuju Jakarta.

Untuk Kota Surabaya bisa menyambangi diler Hyundai Wiyung, Hyundai Waru, Hyundai Gubeng atau di SPKLU PLN ULP Embong Wungu Surabaya. Tempat lainnya, di Hotel Santika Premiere Surabaya, Dyandra Convention Center, dan City of Tomorrow Gayungan.

Baca Juga:  Mendag Lutfi Bertemu Mendag Jepang Bahas Investasi

Hyundai juga membekali konsumen dengan portable charger di kendaraannya sehingga pemilik bisa melakukan pengisian ulang baterai mobil listrik IONIQ Electric dan KONA Electric miliknya di rumah atau di mana saja, tidak perlu antre, bahkan bisa sambil melakukan aktivitas lain dengan nyaman semudah mengecas baterai smartphone.

Hyundai semakin teguh memperkuat posisi Indonesia pada industri otomotif, baik domestik maupun global. Komitmen itu diwujudkan dengan membangun pabrik senilai USD 1,55 miliar atau sekitar Rp22,7 triliun yang akan menjadi manufaktur Hyundai terbesar di ASEAN yang ditargetkan selesai pada akhir 2021.

Selain pabrik perakitan mobil, Hyundai Motor Group juga membangun pabrik baterai sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bekerja sama dengan LG Energy Solution Ltd.

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik yang berada di Karawang New Industry City itu dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan sejumlah menteri.

Selain mobil listrik, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) juga menyediakan berbagai model kendaraan premium untuk pasar Indonesia, seperti STARIA, Santa Fe, dan Palisade.

Belum lama ini, kemunculan STARIA menghebohkan jagat otomotif Indonesia karena desainnya yang futurististik. Kendaran multipurpose vehicle (MPV) ini memiliki desain eksterior premium yang terinspirasi dari pesawat luar angkasa serta kenyamanan interior yang maksimal sehingga sangat cocok digunakan sehari-hari.

Fitur Keselamatan

Seiring kampanye brand bertajuk “Driving Meaningful Innovation” Hyundai sangat mengedepankan pentingnya mobilitas pada masa depan sehingga orang dapat lebih produktif dan memaknai kehidupan.

Berbagai sistem dan sensor keamanan disiapkan Hyundai untuk memberikan peringatan kepada pengguna dan membantu mengambil tindakan pencegahan ketika dalam situasi tabrakan.

Teknologi keselamatan yang disematkan, antara lain, Forward Collision-avoidance Assist (FCA), Blind-spot Collision-avoidance Assist (BCA), Blind-spot Collision-avoidance Warning (BCW), Blind-spot View Monitor (BVM), Safe Exit Assist (SEA), dan Safe Exit Warning (SEW).

Fitur keselamatan lain yang juga dimiliki adalah Rear Cross-traffic Collision-avoidance Assist (RCCA), Rear Cross-traffic Collision Warning (RCCW), Lane Keeping Assist (LKA), dan Lane Following Assist (LFA). Selain itu, ada teknologi Surround View Monitor (SVM) yang memberikan pandangan 360 derajat ke seluruh kendaraan sehingga memudahkan pengemudi untuk memarkir kendaraan, terutama di area yang relatif sempit.

Layanan Purnajual

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) telah menyiapkan berbagai macam program purnajual untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Di antaranya melalui layanan diagnosis mobil secara menyeluruh guna memberikan kenyamanan maksimal, bahkan sebelum perawatan berkala.

Terdapat layanan purnajual Hyundai Datang Ke Mana Saja yang memungkinkan teknisi Hyundai mengunjungi serta melakukan pengecekan dan perbaikan dari mobil pelanggan, kapanpun dan dimanapun, sehingga pelanggan tidak perlu datang ke diler.

Sementara itu, untuk melengkapi manfaat kepemilikan mobil listrik, HMID juga menyuguhkan program purnajual menarik, di antaranya gratis 24 Jam Road Assistance selama masa garansi, gratis layanan 24 jam mobile charging darurat, gratis biaya perawatan hingga lima tahun, serta garansi dasar, baterai, dan instalasi AC home charger (syarat dan ketentuan berlaku).

Selain mobil-mobil untuk kebutuhan mobile charging yang membawa “powerbank raksasa”, Hyundai juga menyediakan fasilitas charging station di semua diler resmi. Untuk Kota Padang, bisa menyambangi diler Hyundai di Jalan Khatib Sulaiman Padang.(adv)