PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang, Laba Besar, RoA Tercapai 4,52 Kali

14
Direktur Utama PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang Efi Mulya Putra. (IST)

Mewabahnya Covid-19 dan melorotnya daya beli masyarakat sepertinya tak berpengaruh terhadap lembaga keuangan berbasis Syariah. Pasalnya, dalam kondisi berat tersebut BPRS Gajah Tongga Koto Piliang masih mampu menghasil kinerja terbaik. Tak saja total asset yang bertumbuh, pembiayaan pun naik signifikan dan pendanaan pun bertumbuh cukup bagus.

“Alhamdulillah kinerja kita ditahun 2020 masih berjalan dengan sangat baik. Seluruh indikator kinerja berhasil tumbuh meyakinkan dan berada di atas rata-rata nasional. Total asset tercapai Rp 33,93 miliar, pembiayaan yang bisa disalurkan sebanyak Rp 27,43 miliar dan pendanaan yang dipercayakan kepada kita sebanyak Rp 25,49 miliar. Sementara itu dari kualitas usaha tahun 2020 jauh lebih dibandingkan tahun 2019. Intermediasi atau Financing Deposit Ratio (FDR) tercapai 85,13 persen, Non Perfomance Fund (NPF net) tercapai 3,64 persen, ratio Biaya atau BOPO tercapai 57,16 persen serta Laba Bersih Usaha tumbuh dari Rp 1,04 miliar ditahun 2019 meningkat menjadi Rp 1,26 miliar ditahun 2020 atau tumbuh secara year on year sebesar 21,15 persen,” papar Direktur Utama PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang Efi Mulya Putra didampingi Direkturnya Yanti Afrina kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Efi yang akrab disapa Alex ini, secara kinerja PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang masih terbilang sangat bagus. Nyaris seluruh indikator kinerja kita bertumbuh dengan baik. Selain itu ratio dan kualitas aktiva produktif pun kian membaik. “Artinya, lembaga keuangan berbasis syariah kita sudah berada pada jalur dan track yang benar. Semoga ditahun 2021 ini BPRS Gajah Tongga Koto Piliang bisa jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Piutang/Pembiayaan

Berbeda dengan kinerja lembaga keuangan secara nasional. Ketiga mayoritas lembaga keuangan mengalami penurunan realisasi kredit ditahun 2020, justru PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang masih mampu bertumbuh dengan dengan.

Pembiayaan (kredit kalau di sistem konvensional-red) masih berjalan dengan baik. Pembiayaan masih bisa melakukan ekspansi. Hingga per 31 Desember 2020 tercatat total pembiayaan/piutang yang mampu dibukukan sebanyak Rp 27,43 miliar atau tumbuh 8,03 persen secara year on year dibandingkan realisasi pembiayaan tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 25,39 miliar.

Tingginya kepercayaan publik untuk bermitra dan mendapatkan pembiayaan dari BPRS Gajah Tongga Koto Piliang memberikan dampak bagus terhadap pendapatan bagi hasil yang diperoleh.

Total pendapatan bagi hasil yang mampu dibukukan ditahun 2020 tercatat sebanyak Rp 5,78 miliar atau bertumbuh 11,05 persen dibandingkan pendapatan bagi hasil tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 5,2 miliar.

Pendanaan

Tak saja kian dipercaya menjadi mitra untuk mendapatkan pembiayaan, kepercayaan publik untuk mengamanahkan dana ke BPRS Gajah Tongga Koto Piliang ditahun 2020 juga semakin meningkat. Dari dua sumber pendanaan baik berupa Tabungan Wadiah maupun Deposito Non Profit Sharing sama sama bertumbuh.

Sepanjang tahun 2020 tercatat total Tabungan Wadiah terkumpul sebanyak Rp 14,39 miliar atau tumbuh 11,17 persen dibandingkan total Tabungan Wadiah tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 12,94 miliar.

Baca Juga:  Pastikan Pasokan Listrik selama Lebaran, PLN Siaga 24 Jam

Sedangkan Pendanaan Deposito Non Profit Sharing terkumpul sebanyak Rp 11,10 miliar atau bertumbuh dibandingkan Deposito Non Profit Sharing tahun 2019 dengan realisasi sebanyak Rp 10,74 miliar.

Ratio dan Laba

Double sukses mampu dibukukan BPRS Gajah Tongga Koto Piliang ditahun 2020 ini. Selain asset dengan indikator utamanya yang mampu bertumbuh dengan baik, kualitas usaha dan laba bersih usaha pun tumbuh signifikan.

Ambil contoh ratio biaya. Ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional sangatlah efisien dan efektif dengan angka 57,16 persen. Capaian BOPO ini adalah capaian terbaik diantara seluruh BPR/BPRS yang ada di Sumbar berdasarkan data yang dimiliki Padang Ekspres.

Begitu juga dengan ratio Return on Asset. Berbekal kerja keras dan tata kelola usaha yang baik maka asset yang dimiliki dapat di-manage dengan baik. Indikator ini dibuktikan dengan besar ratio Return on Asset (RoA) sebanyak 4,52 kali. Capaian Ratio RoA ini merupakan RoA tertinggi diantara BPR/S di Sumbar bila mengacu ke data Padang Ekspres.

“Asset yang bertumbuh, pembiayan yang meningkat, biaya operasional yang efisien dan efektif inilah memberikan dampak positif pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 1,04 miliar ditahun 2019 meningkat menjadi Rp 1,26 miliar ditahun 2020 atau tumbuh secara year on year sebesar 21,15 persen”, ujar Alex.

Ini juga merupakan laba bersih terbesar di Sumbar untuk BPR/BPRS yang beraset sampai dengan Rp 50 miliar bila mengacu kepada data Padang Ekspres.

Dari data yang dimiliki Padang Ekpres, BPRS Gajah Tongga Koto Piliang merupakan salah satu BPRS yang berkinerja sangat bagus dalam empat tahun belakangan. Selama empat tahun ini selalu saja menghadirkan kejutan dan lompatan dan berusaha.

Tak saja mampu konsisten menghasilkan pertumbuhan asset bahkan laba bersih usahanya pun terbilang tebal. BPRS Gajah Tongga Koto Piliang pun termasuk BPR/BPRS yang menyuguhkan deviden yiel yang cukup besar untuk pemegang sahamnya.

Keberhasilan BPRS Gajah Tongga Koto Piliang dalam mengelola ini sangat patut dan pantas untuk mendapatkan apresiasi. Sejumlah apresiasi berhasil diraih termasuk selama 4 tahun berturut meraih The Best Syariah Infobank Award dari Majalah Info bank.

In Shaa Allah Golden Award tahun ini. Tak itu saja, sejumlah BPR yang sedang dalam persiapan dan berencana untuk konversi dari konsep konvensional ke Syariah juga sering menjadi BPRS Gajah Tongga Koto Piliang sebagai role model.

“Tak ada kata dan ungkapan yang pantas selain bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak. Konsep Syariah adalah solusi terbaik dan diminati oleh masyarakat dalam bermitra. Terima kasih untuk semua pihak yang tetap setia mendukung mempercayai kami di BPRS Gajah Tongga Koto Piliang. Semoga ditahun 2021 ini BPRS Gajah Tongga Koto Piliang bisa menghasilkan lompatan kinerja kembali,” tukas Alex. (Two Efly-Padang Ekspres)

Previous articleJadi Kurir, Pegawai LP Diamankan
Next articleBanyak Peserta Terlambat, Panlok 42 UNP Sediakan Layanan Antar