140 Ribu Rekening Aktif Nasabah bakal Dimigrasikan ke BSI Padang

203

Bank Syariah Indonesia (BSI) siap untuk melakukan proses roll-out atau penyatuan sistem layanan di wilayah Region III Palembang pada Juni 2021 mendatang. Roll-out yang akan dilakukan mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan internet banking.

Hal itu disampaikan Regional CEO Region Office III BSI Palembang, Dedy Suryadi Darmawan saat silaturahmi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diikuti seluruh BSI Regional III Palembang yakni Area Padang, Area Bengkulu, Area Jambi, Area Bengkulu, dan Area Bandar Lampung secara virtual, Rabu (19/05/2021).

Dia memastikan seluruh tim di wilayah Region III Palembang siap untuk melakukan roll-out yang merupakan salah satu langkah merger operasional yang dilakukan BSI sejak diresmikan pada 1 Februari 2021 lalu.

Proses roll-out di Region III Palembang akan dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukkan. Perubahan akan mencakup seluruh aspek. Mulai dari hal-hal identitas seperti logo, desain brand, hingga hal-hal substansial operasional.

“Seperti perubahan buku rekening, perubahan kartu ATM, hingga mobile banking dan internet banking. Selain itu, program roll out atau penyatuan sistem menjadi satu di Region III Palembang, akan lakukan secara bertahap pada tanggal 21 Juni mendatang,” ujarnya.

Dedy menambahkan, salah satu fokus BSI dalam proses roll-out di Region III Palembang adalah proses migrasi nasabah dari bank legacy yakni BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri ke BSI. Dalam proses ini, para nasabah akan dihimbau untuk mengganti akun rekening menjadi akun rekening BSI.

Sebelum migrasi berlangsung, nasabah tetap dapat menggunakan jaringan ATM dari masing-masing bank asal maupun jaringan ATM yang bekerja sama, seperti jaringan ATM Prima, ATM Bersama, dan GPN. Sedangkan untuk mobile banking dan internet banking dari masing-masing bank asal tetap dapat digunakan dan diakses oleh nasabah sampai dengan informasi selanjutnya.

“Untuk pembiayaan baru, nasabah dapat mengajukan ke cabang BSI terdekat. Sedangkan, untuk pengajuan perpanjangan, restrukturisasi, penambahan fasilitas pembiayaan dapat dilayani oleh bank asal nasabah sebelumnya. Termasuk pembayaran angsuran pembiayaan nasabah tetap dibayarkan melalui rekening bank asal,” terang Dedy.

Sementara itu, Area Manager BSI Area Padang, Budi Abdiriva mengatakan, khusus di Area Padang ada sekitar 140 ribu rekening aktif ex BRI Syariah, ex Bank Syariah Mandiri, dan ex Bank BNI Syariah yang akan dimigrasikan ke rekening BSI pada 21 Juni mendatang.

Baca Juga:  Program JBP, PKT Beri Reward Distributor dan Kios di Kaltim Kaltara

Pihaknya pun menargetkan, migrasi rekening ini rampung pada akhir Juni. Hal ini agar semakin mempermudah dan memberikan kenyamanan terhadap para nasabah dalam melakukan transaksi di BSI.

“Makanya kita gencar menyampaikan dan memberikan informasi kepasa nasabah supaya segera melakukan migrasi rekening,” ucapnya usai mengikuti Press Conference Migrasi Rekening BSI secara virtual bersama Pimpinan BSI Regional III Palembang, Rabu (19/05/2021).

Dia menjelaskan, ada dua cara yang bisa dilakukan dalam migrasi rekening ini. Bisa secara manual dengan mendatangi kantor cabang bank asal sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan membawa buku tabungan, ATM, dan KTP nasabah.

Selain itu, untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan, para nasabah juga bisa melakukan migrasi rekening via digital melalui empat cara. Menghubungi call center 14040, membalas WhatsApp Business BSI, melalui Live Chat Aisyah, dan melalui mesin ATM.

“Sosialisasi migrasi rekening ini terus gencar kita lakukan hingga saat ini. Baik melalui media, juga WA para nasabah kita dan kemudian via email. Untuk nasabah tertentu, nasabah prioritas, nasabah institusi, nasabah di pemerintahan dan instansi krusial itu akan langsung kita datangi,” sebutnya.

Lebih lanjut Budi menuturkan, sejak awal berubah hingga saat ini, secara nasional BSI terus mengalami pertumbuhan. Baik itu aset, laba, maupun kepercayaan masyarakat. Per Maret 2021 aset BSI mencapai Rp 234,43 triliun, meningkat 12,65 persen jika dibanding Maret 2020 yang nilainya hanya Rp 208,10 triliun.

“Laba juga begitu. Per Maret 2021, laba BSI itu mencapai Rp 741,64 miliar, meningkat 12,85 persen dibanding Maret 2020 dimana angkanya Rp 657,20 miliar. Alhamdulillah pertumbuhannya masih di dua digit ya. Nah termasuk kepercayaan masyarakat juga terus meningkat,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumbar l, Misran Pasaribu menyampaikan pihaknya mendukung migrasi rekening BSI. Dia berharap proses migrasi rekening ini bisa berjalan lancar.

“Sedikit banyaknya pasti ada komplain dari nasabah. Tetapi kita berharap tidak terlalu banyak. Walau pun ada yang komplain nanti dari OJK akan ikut membantu memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada. Intinya kita melindungi kepentingan konsumen supaya jangan ada yang dirugikan,” ucap Misran. (i)