Remaja Tampubolon: Finish Strong Diperlukan untuk Survive di Pandemi

61

Situasi pandemi Covid-19 memberi tantangan bagi kita semua. Kita harus mampu melihat makna yang tersirat di balik pandemi ini. Karena selalu ada hal yang bisa kita pelajari di masa sulit.

Demikian motivasi yang diberikan trainer yang juga motivator andal, Remaja Tampubolon di temu responden Bank Indonesia 2020 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar secara virtual, Kamis (19/11/2020) pagi.

Lebih lanjut Remaja mengibaratkan, pandemi Covid-19 seperti turbulensi di atas pesawat. Di masa pandemi turbulensi itu menjadi dobel. Dengan turbulensi itu membuat semua orang sadar dengan kondisi yang diakibatkan pandemi saat ini.

Kemudian turbulensi kedua terjadi ketika orang terkaget-kaget karena orang dipaksa lebih cepat memasuki era digitalisasi karena kondisi yang membuat orang harus melakukan semuanya dari rumah karena diharuskan menjaga jarak dan tidak berkerumunan. “Alhasil transaksi ekonomi kini lebih banyak dilakukan lewat e-commerce,” ujarnya.

Namun positifnya dengan kondisi itu, kata Remaja, pandemi ini membuat kita lebih kreatif. Era digitalisasi mempermudah masyarakat mendapatkan sesuatu. Kita bisa melakukan apapun secara digital. Era digital itu juga mempermurah biaya atau cost yang dikeluarkan.

Dia mengutarakan, ada sebagian orang yang menganggap dirinya adalah korban Covid. Ada juga yang beranggapan bahwa Covid ini menjadi tantangan untuk mengambil peran agar tetap bertahan. “Di situasi apapun, jangan pernah posisikan diri sebagai korban. Tapi latihlah diri kita mampu mengambil peran,” jelasnya.

Sesuai dengan tema temu responden kali ini “Motivational SessionĀ  Finish Stronger”, Remaja menegaskan, orang yang bersemangat di akhir tahun, juga akan bersemangat memulai tahun baru. “Finish strong, memulai dengan baik dilakukan semua orang. Secara natural pada umumnya semua memulai sesuatu dengan baik tapi tidak semua pula yang mengakhirinya dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga:  Dirut Semen Padang Apresiasi Sosialisasi Electrifying Lifestyle dari PLN

Dia menegaskan, memulai dengan baik dilakukan semua orang, tapi mengakhiri dengan baik hanya dilakukan oleh orang-orang yang berintegritas. “Prestasi di bidang apapun ditentukan tentang bagaimana hasil akhirnya kita dapatkan,” ucapnya.

Karena itu katanya finish strong diperlukan untuk survive atau bertahan di tengah pandemi ini untuk menata kembali kehidupan baru di tahun 2021 mendatang.

Disebutkannya, ada tiga tips untuk memasuki tahun baru. Pertama, self manage, yakni menata diri kita untuk selalu punya energi dari hari ke hari. “Jangan biarkan masalah yang kita punya terus menyeberang ke hari berikutnya, akhirnya kita kehabisan energi. Usahakan kita menyelesaikan masalah kita di hari itu. Kita harus meyakinkan diri kita kuat untuk melewati pandemi. Yakinkan diri kita selalu punya energi dari hari ke hari,” jelasnya.

Ada empat sumber energi yang harus dijaga selama pandemi yakni fisik, emosional yang terkontrol, mentalitas, dan spritual. “Kombinasi keempat hal ini akan mampu memberikan kita energi melewati pandemi,” ulasnya.

Tips Kedua, katanya adalah synergy, yaitu menyatukan energi yang berbeda. Caranya dengan membuka diri dan mau belajar apa yang belum kita ketahui.

Lalu tips ketiga sense of urgency, yaitu kemampuan seseorang menempatkan pekerjaannya di posisi yang tidak bisa ditunda-tunda.

Ia mengajak khususnya masyarakat Sumbar, memiliki pengharapan besar untuk memasuki tahun baru 2021. Baginya, tahun ini adalah tahun yang membuka semangat baru. “Untuk itu kita harus melihat tahun baru itu sebagai tahun harapan baru,” tutupnya. (bis)