Digitalisasi Penting untuk Kembangkan Bisnis

10
Perajin anyaman rotan menyelesaikan pembuatan keranjang di jalan raya Pasar Minggu,Jakarta, Sabtu (6/3) lalu. (JawaPos.com)

Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Arsjad Rasjid menyebut, Indonesia masih kekurangan pengusaha. Menurutnya, penambahan populasi pengusaha sangat penting untuk pemulihan ekonomi nasional.

Menurutnya, semua pihak harus saling membantu agar jumlah pengusaha dapat terus bertambah. Dengan bertambahnya jumlah pengusaha dapat berujung pada terciptanya lapangan kerja.

“Supaya dan agar, bisa membuat lapangan pekerjaan yang lebih besar. Dengan membuat lapangan kerja lebih besar, akhirnya adalah mengurangi kemiskinan,” ujarnya di Hotel Ambhara, Sabtu malam (17/4).

Dirinya yang saat ini merupakan calon ketua umum Kadin mengatakan, pemerintah sejauh ini sudah sangat mendukung iklim berusaha, agar tercipta lebih banyak lagi pengusaha di Indonesia. Ia menyinggung kebijakan-kebijakan Menteri BUMN yang juga Ketua MES, Erick Thohir, yang membuat perusahaan induk (holding) BUMN ultra mikro.

“Itu juga untuk membantu UMKM (usaha mikro kecil menengah), dan itu kedepannya kita membuat pondasi, dengan cara membuat usaha-usaha mikro kecil menengah,” jelasnya.
Arsjad juga mencermati Indonesia yang kini tidak luput dari distrupsi era digitalisasi.

Namun, digitalisasi dapat sangat berdampak positif jika disikapi secara inovatif dan produktif oleh para pelaku usaha. Khususnya para pelaku UMKM harus terbiasa dan akrab dengan digitalisasi.

Baca Juga:  Audiensi dengan Kapolda, Toni Wahyu: PLN Siaga Hadapi Idul Fitri

Hal itu tentunya dapat membantu pengembangan bisnis. “Mau tidak mau digitalisasi akan membantu, nah ini, familiar terhadap digitalisasi itu penting sekali,” ujarnya.

Ia menilai, terdapat dua hal yang menjadi kekurangan dari pengusaha di Indonesia. Yakni literasi digital dan keuangan. Edukasi dan literasi digitalisasi kepada para pengusaha kecil, menurutnya menjadi tantangan tersendiri.

“Familiarization terhadap digitalisasi itu penting sekali, di sini bagaimana unsur unsur digital, bisa membantu pengusaha,” terangnya.

Namun, bukan hal yang sulit jika dimulai dari unsur yang paking kecil yaitu melek perbankan. “Literasi terhadap keuangan, se-simple membuat buku (catatan keuangan), itu penting sekali, karena supaya bisa ada di perbankan,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika sudah tersentuh oleh industri jasa keuangan maka akan dengan mudah digitalisasi diterapkan dalam usahanya. Pasalnya, indutri perbankan saat ini tengah bertransformasi ke arah digital demi kemudahan nasabah dan mengukuti perkembangan. “Disini bagaimana unsur unsur digital, bisa membantu pengusaha,” pungkasnya. (jpg)

Previous articleMasjid Nurul Yakin Matobe, Bangunan Belum Pernah Tersentuh Renovasi
Next articlePenghapusan Pengawas Sekolah Diprotes