Gencar Jaring Investor di Korsel, BNI Resmikan Kantor Baru di Seoul

10
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI resmikan Kantor Baru di Seoul dan Korea Desk, BNI Siap Pertemukan Pengusaha RI dan Korea. (net)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meresmikan kantor cabang baru di Seoul, Korea Selatan (Korsel). Hal ini diyakini bisa membuat kinerja bank pelat merah itu makin ngacir dalam menjaring investor di negeri K-pop. Sebab, lokasi baru lebih strategis dan dilengkapi banyak fasilitas baru.

Menteri BUMN, Erick Tohir menilai, keberadaan BNI di Seoul, memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan sekadar peran ekonominya. Keberadaan BNI di Seoul merupakan salah satu bukti kedekatan kerja sama antara Indonesia dan Republik Korea, di mana hubungan diplomatik kedua negara sudah 48 tahun lamanya.

“Eratnya hubungan dan kerja sama bilateral tersebut membuka peluang kerja sama di berbagai sektor lainnya,” ucap Erick di Korsel, Sabtu lalu (17/4).

Untuk itu, Erick menegaskan, pemerintah sangat mendukung setiap upaya BNI memperbaiki kapasitasnya agar dapat meningkatkan pelayanan di Seoul dan sekitarnya.
BNI Seoul, lanjut Erick, menjadi salah satu etalase Indonesia di Korea, selain tentunya korps diplomatik Tanah Air.

Ia berharap, BNI Seoul dapat berperan besar dalam memfasilitasi layanan perbankan perusahaan-perusahaan Indonesia yang mengembangkan usahanya ke pasar Korsel, dan melayani diaspora.

“Selamat atas kantor baru BNI Seoul, dan Korea Desk BNI. Saya yakin ini adalah salah satu langkah baik dan konkret menuju masa depan Indonesia yang lebih maju,” ujar mantan bos Inter Milan ini.

Seperti diketahui, mulai 22 Maret 2021 lalu, BNI memindahkan kantor Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) Seoul ke Gedung Korea Chamber of Commerce & Industry (KCCI) lantai 2 dan 5, 39 Sejongdaero, Junggu, Seoul.

Bersamaan dengan itu, BNI membentuk Korea Desk BNI. Dua langkah ini bertujuan menjadikan KCLN sebagai trade and investment centre, dan memperkuat dukungan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk menembus pasar global.

Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati menuturkan, pemindahan kantor dilakukan karena lokasi baru lebih strategis. Gedung KCCI secara rutin menyelenggarakan trade and investment forum.

“Dengan kantor baru, KCLN dapat memanfaatkan untuk menggelar business matching, serta mempertemukan perusahaan dan UMKM Indonesia dengan para trader dan investor di Korsel,” ucap Susi, panggilan akrabnya.

Kantor baru BNI tersebut lebih luas dan fasilitasnya lebih lengkap dibandingkan kantor sebelumnya. Di Kantor ini, BNI menyediakan banking hall BNI Seoul yang dilengkapi pojok perdagangan dan investasi, dengan konsep digital untuk mempromosikan produk dan proyek investasi Indonesia.

Baca Juga:  Pastikan Pasokan Listrik selama Lebaran, PLN Siaga 24 Jam

Kantor baru ini juga menyediakan pojok eksibisi yang dapat digunakan oleh UMKM Indonesia memamerkan produk-produk unggulannya. Khusus untuk melayani kebutuhan perusahaan Korsel, BNI Seoul juga menyediakan empat ruang rapat dan satu lounge. Ruangan-ruangan tersebut dilengkapi dengan fasilitas untuk melakukan pertemuan secara daring dengan mitra di Indonesia.

Susi menegaskan, keterikatan hubungan bisnis antara Negeri Ginseng dengan Indonesia sangat kuat. Hal itu didorong oleh kegiatan investasi dan perdagangan antara keduanya. Korsel merupakan mitra dagang terbesar ke-5 Indonesia dengan volume perdagangan mencapai lebih dari 13, 3 miliar dolar AS (Rp 193,9 triliun). “Keberadaan BNI di Seoul ini bertujuan untuk menangkap peluang tersebut,” ucapnya.

Dalam upaya meningkatkan aktivitas perdagangan, lanjutnya, BNI Seoul berkomitmen untuk menjadi mediator bagi perusahaan Indonesia yang memiliki produk-produk berorientasi ekspor, terutama pada segmen UMKM.

“KCLN Seoul secara rutin mendata nasabah BNI Indone­sia, beserta produk-produknya dan bekerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan KBRI untuk dipertemukan dengan buyer potensial di Korsel,” jelas Susi.

BNI juga menyediakan Total Financial Solution baik kepada UMKM di Indonesia maupun buyer di Negeri asal budaya K-Pop ini, yang bertujuan menekan biaya transaksi dan lebih meningkatkan volume perdagangan ke depannya.

Korea Desk
Direktur Treasury dan International BNI, Henry Panjaitan mengungkapkan, dengan adanya Korea Desk, BNI menyediakan layanan khusus untuk investor Korsel, sejak tahap preincorporation dan postincorporation.

BNI Korea Desk hadir un­tuk memberikan onestop service bagi perusahaan-perusahaan Korea. Salah satunya, dalam mendirikan dan mengekspansi bisnisnya di Indonesia, serta memberikan produk dan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi mengatakan, pihaknya selalu memegang prinsip Indonesia Incorporated, yakni semua elemen yaitu pemerintah, BUMN dan swasta bergerak dalam satu kesatuan langkah.

Jika dilihat tren investasi dari Korsel ke Indonesia, kemudian tren ekspor-impor juga, kata Umar, maka sudah sepantasnya operasi BNI ini diperbesar di Korsel. “Saya senang ada Korea Desk yang bisa melayani langsung nasabah. Terutama untuk kegiatan transaksi bisnis antara Indonesia kedua negara,” kata Dubes Umar Hadi. (dwi/jpg)

Previous articleUsai Tabrakan dengan Truk, Penumpang Pikap Tewas Terjepit
Next articleDesak Perusahaan Sawit Bayar Hak Warga