Butuh 9 Juta Talenta Digital

Presiden Jokowi. (net)

Presiden Jokowi ragu target mencetak 9 juta talenta digital, bisa dipenuhi pemerintah dalam waktu cepat. Oleh sebab itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengharapkan dukungan semua pihak untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Jokowi memandang masa pandemi adalah momentum untuk transformasi secara cepat melalui teknologi digital. Namun untuk mewujudkannya, dibutuhkan banyak sokongan sumber daya manusia (SDM) bertalenta.

Menurut Jokowi, untuk menggenjot ekonomi digital, pengembangan SDM sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. “Indonesia masih membutuhkan software developer, product designer dan dukungan content creator sebanyak banyaknya,” kata Jokowi dalam pidatonya di acara Google For Indonesia yang digelar secara virtual, kemarin.

Jokowi mengapresiasi inisiatif Google, membantu meningkatkan kualitas SDM di Tanah Air di bidang digital. Sebab, Indonesia diperkirakan membutuhkan 9 juta talenta digital pada 2035. Menurutnya, hampir mustahil, pemerintah bisa sendirian memenuhi target itu.

“Menciptakan 9 juta SDM digital tidak bisa hanya dikerjakan oleh pemerintah. Tapi harus dilakukan bersama-sama, perguruan tinggi, termasuk Google, untuk terus memberikan pelatihan,” imbuhnya.

Jokowi menuturkan, transformasi digital dibutuhkan agar ekonomi Indonesia bisa melompat mengejar ketertinggalan. Jokowi yakin Indonesia bisa mengejar ketertinggalan karena negeri ini memiliki keunggulan di dalam melakukan adopsi teknologi.

Dari sisi fasilitas internet, Jokowi menilai, Indonesia memiliki modal yang cukup. Hal itu bisa dilihat dari pengguna internet yang meningkat setiap tahun. “Begitu juga infrastruktur digital kita terus dibangun, untuk menjangkau pelosok negeri. Saya yakin, ekonomi digital akan bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru,” tuturnya.

Baca Juga:  UMKM Harus Kreatif Diversifikasi Produk, Pemerintah Berikan Stimulus

Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto berharap berbagai inisiatif seperti Google for Indonesia 2020 ke depan terus bermunculan. Tidak hanya sebatas seremonial, tapi bisa langsung berkontribusi bagi pengembangan SDM di bidang Information Technology (IT).

Serta mendorong ekonomi Indonesia. “Pelatihan ini (dari Googlered) bermanfaat bagi para UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dan membuat mereka mampu naik kelas,” tuturnya.

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf memastikan pihaknya akan terus memberikan program pelatihan kepada UMKM. Hal ini bagian upaya Google membantu pemerintah menyiapkan 9 juta talenta digital di Indonesia.

“Kami ingin membantu Indonesia, mewujudkan potensi ekonominya melalui program pelatihan dan kemitraan yang berkelanjutan, bersama pemerintah, industri, dan organisasi masyarakat sipil,” jelas Randy Jusuf.

Selain program pelatihan, lanjut Randy, Google memiliki program pinjaman. Pihaknya menyiapkan bantuan pinjaman modal senilai 11 juta dolar AS atau sekitar 155 miliar untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional di Indonesia.

Dana ini mencakup bantuan untuk pelaku UMKM dan pencari kerja di Tanah Air. Selain itu, ada juga hibah senilai 1 juta dolar AS (setara Rp 14 miliar) kepada Yayasan Plan International Indonesia untuk mengatasi pengangguran anak muda di Indonesia. (jar/jpg)