UMKM Sulit Ekspor Produk, Butuh Percaya Diri Bersaing di Pasar Global

12
ilustrasi. (net)

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, ada beberapa persoalan yang menjadi kendala pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kesulitan dalam menjual produknya ke luar negeri. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut persoalan tersebut terdiri dari legalitas, pembiayaan, hingga pemasaran.

Padahal, menurutnya UMKM memiliki kontribusi besar dalam perekonomian nasional. UMKM juga berperan serta dalam menciptakan kesempatan kerja hingga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar. “Pekerjaan rumah kita agar UMKM yang memiliki peran penting produktivitasnya meningkat,” ujarnya secata virtual, Selasa (20/4).

Sri Mulyani memaparkan, persoalan pertama yaitu legalitas. Hingga saat ini, banyak UMKM yang belum memiliki NPWP hingga pengurusan sertifikat produk. Sehingga, UMKM seperti ini sulit untuk meningkatkan bisnis usahanya untuk naik kelas. “Bagaimana untuk menyederhanakan dan UMKM harus memperhatikan legalitas,” imbuhnya.

Kemudian, lanjutnya, kendala pembiayaan. Rendahnya modal dan agunan, serta tingginya suku bunga menjadi penyebab UMKM nasional berkembang. Hal ini membuat akses pembiayaan hingga saat ini masih menjadi persoalan klasik para pelaku usaha.

Selanjutnya, UMKM juga perlu pendampingan untuk peningkatan tata kelola perusahaan dan meningkatkan daya saing produk. Sebab, hal itu sangat diperlukan untuk dapat bersaing secara global.

Lalu, persoalan masalah produksi dimana saat ini UMKM Indonesia masih minim standarisasi produk. Sehingga, terjadi inkonsistensi dari produksi, dan tidak terjadi kontinuitas dari kualitas produknya.

Terbatasnya informasi UMKM dalam hal pemasaran terhadap peluang pasar juga menjadi salah satu penyebab produknya sulit menembus pasar global. Di sisi lain, minimnya infrastruktur logistik juga membuat daya saing produk UMKM nasional rendah. Namun, dalam hal ini, pemerintah terus membangun nasional logistik sehingga daya saing dan biaya distribusi bisa menurun.

Sri Mulyani menambahkan, saat ini Indonesia sedang menjalin hubungan dengan banyak negara untuk menyelesaikan free trade agreement (FTA). Harapannya, dengan perjanjian ini, banyak UMKM nasional yang menjadi eksportir. “Ini bukan sesuatu yang mustahil, diharapkan UMKM memiliki kepercayaan diri dan siap berkompetisi di pasar global,” ucapnya.

Baca Juga:  Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, PLN Sumbar Sebar 7.500 Paket Sembako 

Bahkan, Sri Mulyani optimistis akan banyak pelaku UMKM yang bisa melakukan ekspor pada 2030 mendatang. Hal itu seiring juga dengan berbagai kebijakan yang mendukung pengembangan usaha, khususnya ekspor melalui APBN maupun program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Menurutnya, hal ini juga didukung dengan terbitnya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang telah terbit. Ia meyakini, hal ini dapat memperbaiki iklim investasi dengan kemudahan berusaha hingga pemberian insentif perpajakan bagi pelaku usaha. “Saya optimistis 500.000 eksportir baru akan dapat tercipta sesuai harapan,” ujarnya.

Dari batuan pemerintah melalui PEN, kata Sri Mulyani, para UMKM mendapat alokasi sekitar Rp 184,83 triliun. Pemerintah juga memberikan insentif usaha dalam bentuk berbagai kemudahan dan pengurangan beban perpajakan yang mencapai Rp 58,46 triliun.
“Kami berharap seluruh pelaku ekonomi Indonesia memanfaatakan kebangkitan ekonomi dunia, terutama dalam menembus pasar ekspor dunia,” tuturnya.

Dari sisi perpajakan, lanjutnya, pemerintah telah menyediakan insentif yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM mulai dari pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 impor, restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, serta PPh final untuk UMKM DTP hanya sebesar 0,5 persen.

Tak hanya itu, Sri Mulyani menambahkan, pihaknya juga telah bersinergi dengan rumah kreatif BUMN yang didukung oleh BRI, Telkom, BNI, BTN dan mandiri. Hal ini dilakukan untuk membangun dan membantu akses kapasitas pembiayaan UMKM dalam menjangkau kredit pinjaman modal usaha dengan bunga ringan dan syarat dipermudah. (jpg)

Previous articleIndahnya Berbagi di Masjid Istighfar Kotomalintang
Next article116 Pejabat Pemko Pariaman Dilantik