PLN Sumbar Pulihkan Pasokan Listrik 8.350 Pelanggan di Lokasi Banjir Bandang

9
Petugas PLN telah berhasil menormalkan pasokan listrik di Sungai Tambang dan Takuang pasca bencana alam dan banjir di kedua daerah tersebut. (Foto: IST)

Sejumlah infrastruktur PLN rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

General Manager PLN UIW Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto yang dijumpai saat pelaksanaan Apel Bulan K3 Nasional di Padang menjelaskan bahwa ada sejumlah aset PLN yang turut terkena imbas bencana alam tersebut.

“Memang benar ada sejumlah aset PLN khususnya di daerah Sungai Tambang dan Takung yang terkena imbas banjir bandang dan longsor. Tapi Alhamdulillah update per jam 8 malam kemarin sudah 100 persen kita pulihkan. Hal ini berkat kerja keras dan upaya rekan-rekan di lapangan yang langsung cepat tanggap terhadap kondisi yang dialami pelanggan,” ungkapnya.

Bambang juga menambahkan petugasnya telah berhasil menormalkan 8.350 pelanggan di kedua daerah tersebut.

Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 119,8 km juga telah kembali beroperasi dengan normal. “Layanan kelistrikan di daerah tersebut sudah normal 100 persen. Sebanyak 82 unit gardu dan 2,15 Megawatt (MW) beban juga sudah kembali normal,” jelasnya.

Tidak hanya berupaya untuk menormalkan pasokan kelistrikan di daerah terdampak banjir bandang, PLN UIW Sumatera Barat melalui PLN Peduli turut serta memberikan bantuan bagi warga sekitar lokasi bencana.

“PLN Sumatera Barat melalui PLN Peduli juga sudah mengirimkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan berupa sembako dan tenaga medis sudah kita kirim kesana dan semoga mampu meringankan beban warga yang terdampak bencana di Sungai Tambang dan Takung,” papar Bambang.

PLN Sumatera Barat mengimbau para pelanggan untuk segera melaporkan apabila terjadi gangguan kelistrikan selama masa pemulihan bencana banjir bandang dan tanah longsor ini.

Petugas pelayanan akan siaga dan siap mengawal kehandalan pasokan listrik bagi warga di lokasi terdampak bencana. (*)