Minyak Goreng Murah Menghilang, Ibu-ibu di Dharmasraya Menjerit

22
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Dharmasraya, Novriadi Roni Puska

Pasokan minyak goreng mulai langka di wilayah Dharmasraya. Bahkan, minyak goreng kemasan merek Amago (migor subsidi) yang digadang-gadangkan bakal menetralisir harga tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sejumlah toko kesulitan mendapatkan Amago tersebut.

Keluhan itu disampaikan Uteri, 24, pedagang di pasar tradisional. “Susah sekarang mendapatkan migor, sudahlah harganya tinggi, barangnya juga susah mendapatkannya. Migor kemasan tidak ada saya jual karena memang barangnya tidak ada. Apalagi untuk menstok Migor Subsidi yang Rp14 ribu per liter itu, tambah sulit lagi mendapatkannya. Harga Migor yang normal saja susah apalagi yang subsidi,” ketus Uteri yang mengaku kelangkaan migor sudah terjadi sejak dua minggu lalu.

Hal senada diungkapkan Reni, 35, pemilik warung. “Hanya beberapa hari saja, setelah itu (migor) menghilang, dan harga kembali ke Rp 19 ribu per liter,” ujar Reni.

Pasokan Berkurang Drastis

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Dharmasraya, Novriadi Roni Puska, membenarkan kelangkaan tersebut. Salah satu penyebab, jauh berkurangnya pasokan dari distributor minyak goreng kepada agen/pengecer.

Baca Juga:  Lin Che Wei Tersangka Kasus Migor, Andre Dukung Penuh Kerja Jaksa Agung

“Jika sebelumnya pasokan ke distributor 100 karton dalam satu bulan, sekarang turun drastis, bahkan hanya dapat 20 karton, tentu saja hal itu berdampak buruk terhadap ketersediaan minyak goreng di pasaran,” tegasnya.

Pemkab sudah menyurati perusahaan kelapa sawit di Dharmasraya untuk menambah mencukupi stok. “Kami juga minta mereka untuk kembali menggelar operasi pasar minyak goreng. (ita)