Gencarkan Transaksi Nontunai dan Online

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama A. (IST)

Bank Indonesia Perwakilan Sumbar mengimbau kepada perbankan agar menggencarkan sistem pembayaran nontunai kepada nasabah. Salah satunya melalui QRIS. Ini sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

“BI Perwakilan Sumbar juga menerbitkan surat kepada perbankan untuk mengimbau nasabah agar menggunakan transaksi nontunai dan QRIS,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama A kepada Padang Ekspres, Kamis (22/10).

Selain itu, kata Wahyu, juga menerbitkan surat kepada semua rumah sakit dan apotek agar memperluas transaksi via medianir sentuh khususnya QRIS. Perluasan QRIS salah satunya melalui implementasi QRIS pada 45 masjid di Sumatera Barat, RS Semen Padang, dan lainnya. BI Sumbar bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar untuk dapat membuka akses infak dan sedekah melalui QRIS di 45 masjid Sumbar. “Harapannya, dengan akses transaksi nontunai yang luas, penyebaran Covid-19 dapat terkendali,” harapnya.

Selain itu, untuk mengurangi tatap muka dan terjadi kerumuman, bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumbar, BI Sumbar mendorong transaksi jual beli termasuk bahan pangan secara online melalui Bajojo.id, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) dan mengintegrasikannya dengan 9 pasar di Sumbar. Bajojo.id merupakan marketplace lokal yang telah bekerjasama dengan Pemprov Sumbar untuk mendukung UMKM asli Sumbar.

“BI Sumbar memberikan masukan serta berkoordinasi dengan Pemda dan Polda agar industri strategis Sumbar tidak ditutup dan tetap dapat beroperasi dengan menerapkan protokol Covid-19 dengan harapan agar menahan perlambatan ekonomi Sumbar,” ujarnya.

Sementara dari sisi klaster UMKM, BI Sumbar mendorong UMKM untuk memanfaatkan relaksasi dari pemerintah dan otoritas, antara lain melalui relaksasi kredit yang diperoleh dari lembaga keuangan. Beberapa UMKM telah memperoleh keringanan dari perbankan.

Baca Juga:  PLN Gandeng BRI Kembangkan Layanan Pay Later

Antara lain, dibebaskan dari pembayaran angsuran selama masa Covid-19 atau waktu tertentu), pembayaran bunga saja serta angsuran diperkecil dengan penundaan pembayaran bunga. Kemudian mendorong UMKM dan masyarakat untuk selalu bertransaksi secara nontunai sebagai upaya untuk pencegahan Covid-19.

UMKM diimbau memasarkan produk melalui penjualan online, baik melalui medsos maupun marketplace selama pandemic Covid-19. Sebagai bentuk kepedulian kepada tenaga medis, BI Sumbar juga telah menyalurkan bantuan berupa pakaian hazmat, masker, kaca mata, senilai Rp262.000.000, kepada 8 RSU di Sumbar.

Pemberian APD kepada gugus tugas Covid-19 Kota Padang sebanyak 120 unit APD dan 1.150 masker senilai Rp67.100.000. Kemudian pemberian paket sembako melalui Baznas Kota Padang sebanyak 1.100 paket senilai Rp 196.350.000 dan pemberian paket sembako melalui LAZIS Mitra Umat Madani sebanyak 330 paket senilai Rp 100.000.000.

Wahyu menambahkan untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan BI Sumbar, pihaknya mewajibkan baik karyawan maupun pengunjung mematuhi protokol kesehatan. Mulai mengukur suhu tubuh di pintu masuk oleh satpam, kemudian mencuci tangan dengan sabun di tempat yang telah disediakan dan menyediakan hand sanitizer di meja costumer service.

Pengunjung maupun karyawan yang tak pakai masker diminta memakai masker sebelum masuk arena kantor BI Sumbar. Guna menghindari kerumunan, kegiatan seperti rapat dengan dinas instansi dan lainnya dialihkan via daring. (eni)