Kinerja PT BPR Taeh Baruh Tumbuh Doble Digit saat Pandemi

71

Selalu ada kejutan yang mampu disuguhkan oleh PT BPR Taeh Baruh setiap tahunnya. Kali ini, BPR yang dikomandoi Putra Edison ini masih mampu menghasilkan pertumbuhan usaha double digit di kala mayoritas lembaga keuangan mengalami “turbulensi” usaha.

Tahun buku 2020 Total asset tercapai Rp 30,68 Miliar, Realisasi Kredit Rp 21,50 Miliar, Dana Pihak Ketiga Rp 21,63 Miliar dan Laba Bersih Usaha sebanyak Rp 626 Juta. Semua kinerja tersebut bertumbuh double digit secara year on year (y-o-y).

PT BPR Taeh Baruh kembali menunjukkan konsistensi dalam menyuguhkan kinerja operasionalnya di tahun buku 2020. Trend pertumbuhan usaha double digit masih mampu dipertahankan di tengah perlambatan ekonomi dan “turbulensinya” kinerja lembaga keuangan akibat deraan pandemic Covid-19. Bahkan seluruh indikator usaha berhasil tumbuh positif hebatnya lagi kualitas aktiva produktif mampu dijaga dengan capaian ratio yang sangat bagus.

“Kita betul betul bersyukur dan mengucapkan terima kasih pada semua pihak. Berkat kerja keras dan kerja efektif ditahun 2020, kinerja PT BPR Taeh Baruh masih bertumbuh dengan baik. Total asset tumbuh 11,98 persen, realisasi kredit tumbuh 14,85 persen, Dana Pihak Ketiga tumbuh 14,02 persen. Sementara Non Perfomance Loan (NPL) turun menjadi 1,22 persen dan Laba Bersih Usaha tercapai Rp 626 Juta,” ujar Direktur Utama PT BPR Taeh Baruh Putra Edison, didampingi Direktur Rizka Hasan.

“Kita tak mau menyerah dan mencoba mencari cara agar target yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) dapat dicapai. Alhamdulillah, soliditasnya team work dan kerja keras mampu membuahkan hasil yang manis,” tambahnya.

Secara kinerja usaha, tahun 2020 PT BPR Taeh Baruh sangat bagus. Total asset terealisasi sebanyak Rp 30,68 Miliar atau tercapai 109,69 persen dari target RBB. Pencapaian ini juga bertumbuh secara y-o-y sebesar 11,93 persen dibandingkan realisasi asset tahun 2019 yang lalu sebanyak Rp 27,41 Miliar.

Dari dua fungsi utama perbankan, keduanya sama sama bertumbuh dengan baik. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak RP 21,63 Miliar atau bertumbuh secara y-o-y sebesar 14,02 persen dibandingkan realisasi Dana Pihak Ketiga tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 18,97 Miliar.

Sumber dana BPR Taeh Baruh juga terbilang sangat bagus dalam membidik pasar dana. Buktinya, untuk kebutuhan dana BPR Taeh Baruh lebih didominasi oleh dana tabungan.

“Alhamdulillah dari Rp 21,63 Miliar total Dana Pihak Ketiga tercatat Rp 16,11 Miliar bersumber dari dana tabungan. Kalau di persentasekan maka 75 persen dari total Dana Pihak Ketiga bersumber dari tabungan sedangkan 25 persen lagi berasal dari dana Deposito dengan nilai Rp 5,52 Miliar,” ujar Putra Edison.

Strategi lebih mendorong sumber dana dari tabungan terbilang efektif terhadap ratio biaya. Buktinya, Cost of fund atau beban bunga yang musti dipikul PT BPR Taeh Baruh tahun 2020 terbilang efektif dan efisien. Total beban bunga yang musti dibayar hanya sebesar Rp 797 Juta dari Rp 21,63 Miliar total dana yang dipercayakan kepada PT BPR Taeh Baruh ditahun 2020.

Ekspansi Kredit

Ketika sebagian besar lembaga keuangan mengalami “disfungsi intermdiasi” karena sulitnya menyalurkan kredit berbeda halnya yang terlihat pada PT BPR Taeh Baruh di tahun 2020.

“Di tengah perlambatan ekonomi kita di BPR Taeh Baruh masih mampu melakukan ekspansi kredit. Setidaknya ini bisa dilihat dari bertumbuhnya realisasi kredit kita double digit ditahun 2020. Total kredit yang mampu disalurkan ditahun 2020 sebanyak Rp 21,50 miliar atau tercapai 105,29 persen dari target. Pencapaian ini juga bertumbuh secara y-o-y sebesar 14,59persen dibandingkan realisasi kredit tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 18,72 Miliar.

Baca Juga:  Dirut Semen Padang Apresiasi Sosialisasi Electrifying Lifestyle dari PLN

Mampunya PT BPR Taeh Baruh melakukan ekspansi membawa dampak positif terhadap pendapatan bunga. Total pendapatan bunga yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 3,57 Miliar atau tumbuh dibandingkan pendapatan bunga di tahun 2019 yang lalu.
Selain berhasil melakukan ekspansi kredit, BPR Taeh Baruh terpantau mampu menerapkan prinsip kehati-hatian terutama dalam menyalurkan dan me maintainance kreditnya. Ini dapat dibuktikan dengan relative kecilnya kredit bermasalah.

“NPL kita ditahun 2020 ini hanya 1,22 persen. Artinya, dari Rp 21,63 Miliar kredit yang disalurkan maka 98,78 persennya berada dalam status sehat dan lancar,” ujar Putra Edison.

Rationya Kian Bagus

Sukses dalam pencapaian target usaha berbanding lurus dengan kian berhasilnya manajemen PT BPR Taeh Baruh dalam menata ratio keuangan sebagai indicator kinerja. Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) terbilang bagus. Padahal di tahun 2020 juga sedang berlangsung proses konversi dari BPR Konvensional menuju BPR Syariah.
Realisasi BOPO BPR Taeh Baruh ditahun 2020 sebesar 84,66 persen. Artinya, dalam tata kelola biaya PT BPR Taeh Baruh sangat efisien dan efektif. Padahal cukup banyak biaya yang mesti dialokasi BPR Taeh Baruh ditahun 2020 ini.

Begitu juga dengan intermediasi. Bertumbuh doble digitnya realisasi kredit memberikan dampak positif bagi ratio intermediasi. Realisasi Loan to Deposit Ratio (LDR) PT BPR Taeh Baruh tahun 2020 tercapai 77,42 persen. Capaian ini terbilang bagus disaat ekonomi bangsa terimbas dampak Covid-19. Malahan pencapaian ratio LDR ini berada diatas rata rata pencapaian LDR perbankan secara nasional.

Bersiap Konversi

Sesai kesepakatan seluruh pemegang saham dan nasabah setianya, PT BPR taeh baruh ditahun 2020 sudah mempersiapkan diri untuk berkonversi dari BPR Konvensional menjadi BPR Syariah.

“Kita sudah mempersiapkan diri untuk itu, SDM juga sudah dipersiapan, kelengkapan administrasi juga sudah selesai disampaikan ke OJK. Kita berharap di tahun 2021 ini BPR taeh baruh sudah bisa konversi menjadi BPR Syariah sesuai keinginan bersama,” ujar Putra Edison.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR Taeh Baruh merupakan salah satu BPR yang berkinerja terbaik yang ada di Luhak 50 Kota. BPR yang beroperasional di kawasan mudiak di Luhak Limopuluah tersebut selalu saja mampu menampilkan kejutan dan kinerja terbaik dari tahun ke tahun.

PT BPR Taeh Baruh ini dapat dijadikan role model dan sering pula mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Setidaknya, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Padang pernah memberikan penghargaan kinerja terbaik pada PT BPR Taeh Baruh ini beberapa tahun lalu. Selain itu secara berturut turut, empat tahun terakhir PT BPR Taeh Baruh juga dinobatkan oleh majalah Info Bank sebagai BPR yang berkinerja terbaik.

“Komitmen kami hanya memberikan kinerja terbaik. PT BPR Taeh Baruh terus membaik dan kian berkembang serta masyarakat pun ikut terbantu dengan kehadiran kami. Semoga saja kami di tahun 2021 ini bisa jauh lebih baik lagi. Untuk itu kami tetap membutuhkan dukungan dari semua pihak,” tukas Putra Edison. (two)