Tinggi Minat Investor Masuk Pasar Modal, Kontribusi IPOT Tembus 30%

13

Sepanjang tahun 2020, pasar modal kerap dihadapkan berbagai tantangan dalam kondisi Pandemi Covid-19. Namun, regulator dan perusahaan sekuritas di pasar modal mampu beradaptasi, berinovasi dan terus berupaya menjawab kebutuhan pasar hingga mencatatkan sejumlah pencapaian yang mendukung kemajuan Pasar Modal Indonesia.

Sepanjang tahun 2020, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksadana, meningkat 56 persen mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) sampai 29 Desember 2020.

Berdasarkan data BEI, kenaikan investor ini 4 kali lipat lebih tinggi sejak 4 tahun terakhir dari 894 ribu investor tahun 2016. Selain itu, investor saham juga naik 53 persen menjadi sejumlah 1,68 juta SID. Kemudian, jika dilihat dari jumlah investor aktif harian, hingga 29 Desember 2020 terdapat 94 ribu investor atau naik 73 persen dibandingkan akhir tahun lalu.

Peningkatan tersebut, tentunya juga tidak lepas dari peran perusahaan sekuritas tempat para investor membuka rekening investasinya.

Sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Indo Premier Sekuritas, yang biasa disebut dengan IPOT, menjadi sekuritas yang menyumbang angka terbanyak dengan kontribusi sebesar 30%. Tahun ini IPOT targetkan 200 ribu investor baru.

Saat ini, IPOT memiliki lebih dari 600 ribu nasabah ritel dan lebih dari 70 points of sales yang tersebar di 24 kota besar di Indonesia. Hal tersebut tidak lepas dari peranan aplikasi baru IPOT yang diluncurkan pertengahan 2020, saat kegiatan masyarakat dibatasi karena pandemi.

Sebagai pelopor sistem online trading syariah di Indonesia dan bahkan di dunia, IPOT dengan IPOTSyariahnya juga memiliki lebih dari 20.000 nasabah investor dengan preferensi investasi syariah.

Dari sisi infrastruktur, IPOT juga menjadi pelopor supermarket reksa dana & ETF terbesar di Indonesia, IPOTFund, yang kini telah memiliki lebih dari 270 reksa dana dan lebih dari 40 manajer investasi.

Baca Juga:  Pastikan Pasokan Listrik selama Lebaran, PLN Siaga 24 Jam

Dengan predikatnya sebagai market leader di industri ritel dan blessing in disguise pertumbuhan pasar modal di 2020, IPOT sepertinya menyadari bahwa saatnya mereka memerhatikan tingkat literasi para investor baru agar tidak terjebak dalam investasi yang belum mereka pahami.

Maraknya ajakan investasi dari para pelaku pasar belakangan ini disertai dengan beberapa insentif yang menarik tentu sangat mungkin melahirkan investor yang masih terlalu awam.

Apabila hal ini terus dilakukan secara konsisten, maka berkah pandemi ini seharusnya tidak hanya terasa untuk sesaat, namun juga untuk jangka panjang seperti layaknya prinsip investasi.

Oleh karena itu, IPOT berinisiatif untuk meluncurkan kampanye #SemuaBisaInvestasi yang fokus kepada peningkatan kualitas investor Indonesia yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah investor secara organik.

Hal ini patut diapresiasi karena tidak banyak pelaku pasar, khususnya perusahaan sekuritas, yang memanfaatkan peluang emas ini dengan misi mengedukasi investor maupun calon investor agar dapat benar-benar memahami instrumen investasi yang dimilikinya.

“Tentunya kami sangat menyambut baik tingginya minat investasi masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Namun, kami juga merasa punya tanggung jawab besar di industri ini yaitu meningkatkan pemahaman mereka agar dapat seimbang dengan minat investasinya. Itulah misi utama dari #SemuaBisaInvestasi,” ujar Banyu Adiputra, Head of Market Development Indo Premier Sekuritas seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (26/4/2021).

Media ekonomi dan keuangan berskala internasional, Asiamoney juga menobatkan PT Indo Premier Sekuritas sebagai sekuritas ritel terbaik di 2020 (Best Retail Brokerages 2020) pada ajang The Asiamoney Retail Brokers Poll 2020.

Asiamoney menilai, IndoPremier sebagai sekuritas karya anak bangsa terbilang gesit dalam beradaptasi maupun melakukan inovasi teknologi pada kondisi pandemi Covid-19.

Jajak pendapat Asiamoney dengan responden investor ritel, akhirnya mengidentifikasi dan menetapkan sekuritas berkode PD ini menjadi sekuritas terbaik untuk kategori ritel.(*)

Previous articleDilantik Jadi Bupati, Khairunas Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Solsel
Next articleMenyedihkan! Sawah tak Dialiri Irigasi, Jalan Rusak & Blank Spot