Targetkan Pertumbuhan Tahun Ini -0,6%

49
ilustrasi. (jawapos.com)

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya minus 0,6 persen. Jika hal itu tercapai, bisa disimpulkan, perekonomian Indonesia tahan banting di tengah pandemi.
Kepala Staf Presiden, Moeldoko meyakinkan kondisi perekonomian Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain meskipun pertumbuhan ekonomi diproyeksi alami kontraksi.

“Kondisi ini bukan hanya Indonesia, hampir semua negara di dunia mengalami kondisi ini,” ungkap Moeldoko dalam keterangan resminya di Kantor Staf Kepresidenan, baru baru ini.
Moeldoko mengatakan, ekonomi Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang negaranegara lain di Asia Tenggara. Kemudian, berada di peringkat ketiga diantara negara maju yang tergabung dalam G 20. Indonesia hanya di bawah Tiongkok dan Korea Selatan.

Moeldoko menuturkan, kontraksi ekonomi terjadi karena berbagai rencana dan program yang sudah disusun oleh pemerintah terganggu pandemi. Namun, pemerintah tetap berupaya mencapai target-targetnya. “Presiden tidak pernah mengabaikan janjinya. Meski laju pertumbuhan ekonomi sempat tersendat, tapi Presiden tetap memegang visi mewujudkan lima arahan strategis menuju masyarakat Indonesia mandiri, maju, adil, makmur,” ujar Moeldoko.

Lima arahan strategis itu, pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Baca Juga:  Dirut Semen Padang Apresiasi Sosialisasi Electrifying Lifestyle dari PLN

“Dalam menyiasati pandemi Covid-19, kita juga melakukan realokasi anggaran dengan memprioritaskan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Apa yang telah dicanangkan oleh Presiden semua prorakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya untuk menjaga perekonomian dalam negeri agar tetap aman terkendali. Harapannya, pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya minus 1,7 persen sampai dengan minus 0,6 persen.

“Kondisi ini akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang tahan banting dari dampak pandemi korona,” kata wanita yang akrab disapa Ani itu. Jika proyeksi itu terealisasi, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi akan lebih baik dari rata-rata proyeksi negara maju lainnya, seperti Amerika Serikat (AS) yang diproyeksi minus 4,3 persen, Jerman minus 6 persen, dan India minus 10,3 persen.

Bahkan, Indonesia akan lebih baik dari beberapa negara tetangga, seperti Malaysia yang bisa minus 6 persen, Thailand minus 7,1 persen, dan Filipina minus 8,3 persen. “Indonesia, relatif dalam situasi yang cukup baik. Tapi, ini tidak akan membuat kita terlena. Kami tetap berusaha untuk mengembalikan perekonomian kita kepada zona positif,” imbuh Ani. (nov/jpg)