Jangan Khawatir Terbang Bersama Garuda, Andalkan HEPA Filter

Setelah terpuruk pada April-Mei akibat pandemi dengan penurunan jumlah penumpang lebih dari 90 persen, Garuda Indonesia mulai mendapatkan kembali penumpang yang harus terbang untuk berbagai kepentingan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan berbekal riset Garuda mencoba mencari solusi yang tepat untuk tetap terbang dengan tetap menjaga protokol kesehatan, sehingga penumpang merasa aman dan percaya diri. Penumpang kembali meningkat sejak Juni meski masih belum pulih sampai sekarang.

Selain kewajiban memakai masker sepanjang perjalanan bahkan ketika memasuki toilet, pengaturan jarak penumpang dijadikan salah satu andalan.

“Kalau Anda duduk di ekonomi di tengahnya kosong, kalau Anda duduk di business class sebelahnya kosong,” kata Irfan dalam talkshow Live Instagram Katadata bertajuk Industri Penerbangan Bisa Bernapas Kembali.

Penumpang hanya boleh berdekatan jika berasal dari satu keluarga dan tinggal di alamat yang sama. Jaga jarak juga diberlakukan saat penumpang akan memasuki dan meninggalkan pesawat.

“Sampai hari ini mengapa kita sampai mendapatkan penghargaan sebagai salah satu penerbangan didunia, yang dianggap aman karena kita menerapkan distancing, dan feedback dari para penumpang juga mengatakan nyaman karena berjarak ya,” lanjut Irfan menjelaskan Safety penghargaan dari Travel Barometer.

Travel Barometer merupakam sebuah lembaga independen yang mengaudit dan menilai aspek standar dalam penerapan protokol standar serta keamanan maskapai global. Garuda disebut Barometer menjadi salah satu maskapai di dunia dengan tingkat keamanan dan penerapan protokol kesehatan terbaik dunia.

Irfan menambahkan, Garuda juga mengkampanyekan sistem pengamanan sirkulasi udara dengan sistem HEPA yang selama ini sudah diterapkan namun tidak cukup diketahui publik.

“Jadi di pesawat itu sirkulasi udaranya vertikal nggak kayak kita di sini udara ke mana-mana udara, vertikal disedot setiap dua hingga tiga menit sekali, filter HEPA itu mematikan virus dan bakteri, dan kita menerapkan prosedur disinfektan secara rutin,” jelas Irfan.

Filter HEPA menyaring kadar udara yang ada di kabin hingga 99,9% menjadi udara murni dan bisa dihirup di kabin. Kata Irfan, sistem filter yang sama juga berlaku untuk penerbangan murah anak perusahaan Citilink.

Ada beberapa perubahan layanan yang dilakukan di Garuda, antara lain dengan meniadakan bahan bacaan cetakan karena dikhawatirkan menjadi medium penyebaran virus.

“Makanan juga kita sediakan dengan cara berbeda, kita nggak seduhkan lagi minuman, kelihatannya nggak sopan tapi penumpang harus memahami,” tambahnya.

Selain kepada penumpang, awak kabin juga harus menerapkan secara ketat protokol kesehatan dan pemeriksaan kesehatan sebelum terbang. Awak kabin juga harus mengurangi interaksi dengan penumpang.

“Protokol kesehatan, yang sudah kita implementasikan akan kita impelentasikan terus, termasuk menjelang liburan akhir tahun,” kata Irvan yang juga berpesan kepada penumpang agar tetap menerapkan 3M agar terbang bisa berlangsung aman.

Berbagai pihak terus dan Sagas Covid-19 terus mengingatkan masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan 3M, memakai maskers, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Penerapan 3M menjadi vaksin alami covid-19, sampai vaksin medis bisa didapatkan oleh mayoritas penduduk dunia. (*)