
PADEK.JAWAPOS.COM — Harga emas dunia stabil pada Jumat (4/9/2026) dan berada di jalur kenaikan mingguan tipis. Investor kini menunggu data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) untuk mencari petunjuk mengenai keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) berikutnya.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot bertahan di level US$4.468,27 per troy ounce pada pukul 11.10 WIB. Pada perdagangan Kamis (3/9/2026), harga emas melonjak 2 persen setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Perubahan ekspektasi tersebut terjadi setelah Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan dirinya akan mendukung keputusan mempertahankan suku bunga apabila data terus menunjukkan tekanan inflasi yang mereda.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,6 persen menjadi US$4.514,60 per ounce.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 50 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Perhatian utama pasar tertuju pada laporan nonfarm payrolls AS yang dijadwalkan dirilis pada pukul 12.30 GMT.
Ross Maxwell, Global Strategy Operations Lead VT Markets, mengatakan data ketenagakerjaan yang lemah dan kenaikan tingkat pengangguran dapat mengurangi alasan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Dalam kondisi tersebut, harga emas berpotensi kembali menguat. Namun, menurut Maxwell, emas masih rentan terhadap perubahan sentimen pasar karena data inflasi AS juga akan dirilis pekan depan.
"Pasar terus mendapat dukungan dari permintaan bank sentral, yang dapat membatasi besarnya penurunan," kata Maxwell.
Emas selama ini kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga yang tinggi cenderung memberikan tekanan terhadap emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





