Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLN Pasok Listrik 555 kVA untuk Industri Material Konstruksi di Sumbar

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯
Tim PLN UP3 Padang bersama manajemen PT Retama Adikara Nusantara saat penyalaan listrik baru berdaya 555 kVA untuk mendukung operasional industri material konstruksi.
Tim PLN UP3 Padang bersama manajemen PT Retama Adikara Nusantara saat penyalaan listrik baru berdaya 555 kVA untuk mendukung operasional industri material konstruksi.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM— Kebutuhan listrik berdaya besar menjadi salah satu penunjang operasional industri material konstruksi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PLN menyalakan sambungan listrik baru berdaya 555 kVA bagi PT Retama Adikara Nusantara di wilayah kerja ULP Sicincin, Jumat (30/10/2026).

Pasokan listrik tersebut diharapkan menunjang kegiatan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, pembangunan infrastruktur, dan industri material konstruksi di Sumatera Barat.

Penyalaan dilakukan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sicincin. PT Retama Adikara Nusantara mengelola sejumlah fasilitas usaha, antara lain Asphalt Mixing Plant (AMP), Stone Crusher, dan Batching Plant.

Advertisement

Fasilitas tersebut berkaitan dengan pengolahan material yang dibutuhkan dalam berbagai pekerjaan konstruksi dan pembangunan infrastruktur.

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, mengatakan pemenuhan kebutuhan listrik sektor industri dan dunia usaha merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“PLN ingin memastikan kebutuhan listrik pelanggan, termasuk sektor industri dan dunia usaha, dapat terpenuhi dengan baik. Kami berharap pasokan listrik yang tersedia dapat mendukung kelancaran operasional perusahaan, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang pengembangan usaha. Ketika dunia usaha tumbuh, manfaatnya diharapkan juga dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Ririn.

Advertisement

Daya 555 kVA untuk Operasional Industri Konstruksi

Daya 555 kVA yang disalurkan PLN menjadi pasokan listrik bagi PT Retama Adikara Nusantara dalam menjalankan kegiatan usahanya. Ketersediaan energi listrik dibutuhkan untuk mendukung operasional fasilitas pengolahan material konstruksi yang dikelola perusahaan.

Selain AMP, perusahaan tersebut juga menjalankan usaha Stone Crusher dan Batching Plant. Ketiga fasilitas itu merupakan bagian dari kegiatan industri material yang menunjang kebutuhan pembangunan.

Manager PLN UP3 Padang, Rudi Hamiri, bersama tim menghadiri kegiatan penyalaan tersebut. Hadir pula Manager PT Retama Adikara Nusantara Alwis dan Taufiq, serta Manager ULP Sicincin Qory Nurkhairani Putri beserta tim.

PLN melalui UP3 Padang dan ULP Sicincin menyatakan terus mengupayakan pelayanan kelistrikan sesuai kebutuhan pelanggan, termasuk sektor usaha dengan kebutuhan daya besar.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

SEPABLOCK Kenalkan Inovasi Material Konstruksi di Festival Literasi Sumbar 2026

SEPABLOCK Kenalkan Inovasi Material Konstruksi di Festival Literasi Sumbar 2026

Gubernur Mahyeldi menyambangi stan SEPABLOCK di Festival Literasi Sumbar 2026 dan mempelajari inovasi material konstruksi tersebut.

Industri Pertambangan Butuh Talenta Muda, PT Agincourt Resources Gelar OlympiAR 2026

Industri Pertambangan Butuh Talenta Muda, PT Agincourt Resources Gelar OlympiAR 2026

PT Agincourt Resources menggelar OlympiAR 2026 di UNP untuk menjaring talenta muda pertambangan dan mendorong inovasi berkelanjutan.

Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Berakhir 4 November, Cek Syarat dan Ketentuannya

Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen Berakhir 4 November, Cek Syarat dan Ketentuannya

Promo diskon tambah daya PLN 50 persen berakhir 4 November 2026. Simak persyaratan, cara memperoleh voucher, dan ketentuan pengajuannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer