Laba Bersih XL Axiata Tembus Rp321 Miliar, Kontribusi Data 94%

20

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata atau perseroan) berhasil mempertahankan kinerja positif di tengah kompetisi industri telekomunikasi yang semakin ketat, dan kondisi ekonomi yang masih berat akibat pandemi Covid-19.

Pada kuartal pertama 2021, XL Axiata berhasil meraih laba sebesar Rp 321 miliar. Perseroan juga berhasil mempertahankan tingkat profitabilitas dengan membukukan marjin EBITDA sebesar 50%.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarni mengatakan, pihaknya bersyukur XL Axiata tetap mampu tumbuh positif meskipun kompetisi industri telekomunikasi berlangsung ketat serta daya beli masyarakat belum pulih akibat pandemi Covid-19.

“Kami tetap mampu menjaga profitabilitas perusahaan dengan terus fokus mengimplementasikan operational excellence dan digitalisasi di berbagai lini. Selain itu, upaya peningkatkan efisiensi bisnis terus kami upayakan, dan di sisi lain meluncurkan produk-produk yang tepat sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data analytics sehingga upaya upselling melalui saluran penjualan omni channel bisa dilakukan dengan tepat,” jelasnya.

Beban operasional XL Axiata di kuartal pertama 2021 menurun sebesar 6% YoY, yang antara lain didorong berkurangnya interkoneksi dan beban langsung lainnya -28% YoY, terutama karena interkoneksi lebih rendah sebagai akibat dari penurunan lalu lintas layanan legacy (SMS dan voice).

Selanjutnya, biaya tenaga kerja menurun -23% YoY karena revisi provisi remunerasi dan biaya infrastruktur juga turun 11% YoY karena sewa menara lebih rendah.

Sementara itu, beban biaya pemasaran meningkat 16% YoY karena adanya peningkatan biaya komisi.

Pada kuartal pertama 2021, XL Axiata juga mencatat peningkatan kontribusi pendapatan data terhadap pendapatan layanan (service revenue) meningkat menjadi 94%, dengan penetrasi smartphone menjadi 90%. Ini capaian tertinggi di industri.

Sementara itu, pembangunan jaringan data 4G terus berlangsung, dan hingga akhir kuartal pertama 2021 telah mencapai 458 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia dengan 57 ribu Base Transceiver Station (BTS) 4G.

Total jumlah BTS saat ini mencapai sebanyak lebih dari 147 ribu, dengan porsi terbanyak BTS 4G. XL Axiata terus melanjutkan perluasan 4G ke seluruh Indonesia, terutama di luar Jawa

Fiberisasi juga dilakukan secara masif untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan memenuhi peningkatan kebutuhan layanan data saat ini dan masa fatang serta kesiapan adopsi teknologi baru.

“Dengan fiberisasi yang mampu menyediakan kapasitas besar ini, tentunya sangat mendukung efisiensi biaya untuk pencapaian profitabilitas,” kata Dian.

Guna menyiapkan jaringan menuju 5G, XL Axiata juga terus melanjutkan proses fiberisasi jaringan guna meningkatkan kapasitas jaringan transport.

Fiberisasi terbukti mampu meningkatkan kualitas jaringan untuk menopang sejumlah layanan data dengan kapasitas besar, seperti antara lain live video streaming.

Perseroan juga terus berusaha memperluas jaringan data terutama di luar Jawa. Dalam hal ini, perseroan menjajaki pemanfaatan teknologi Open RAN agar pembangunan jaringan bisa lebih efisien dari sisi biaya.

Uji coba Open RAN telah mulai dilaksanakan Februari 2021 lalu dengan mengambil lokasi di Ambon, Maluku.

Sementara itu, trafik data sepanjang kuartal 1 2021 meningkat 40% YoY dari 997 Petabyte menjadi 1.391 Petabyte. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, trafik data meningkat 1%.

Trafik data ini tetap meningkat meskipun total jumlah pelanggan meningkat tipis dari 55,49 juta di periode sama tahun sebelumnya menjadi 56,02 juta di periode saat ini.

Baca Juga:  Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, PLN Sumbar Sebar 7.500 Paket Sembako 

Sepanjang kuartal 1 2021, XL Axiata mengenalkan sejumlah penawaran baru. Antara lain untuk pelanggan layanan prabayar ada Paket Akrab untuk pelanggan kartu XL dengan target keluarga. Kemudian sejumlah penawaran dari AXIS untuk pelanggan usia muda, sementara itu XL Prio yang membidik segment pascabayar berfokus pada bundling smartphone.

Sebagai bagian dari program transformasi digital, perseroan terus meningkatkan pemanfaatan digital IT, artificial intelligent, omni channel dan data analytics untuk mengidentifikasi secara tepat apa saja kebutuhan setiap segmen pelanggan atas layanan telekomunikasi dan data.

Dengan demikian perusahaan bisa lebih tepat pula dalam pembuatan produk layanan baru.

Pemanfaatan berbagai instrumen digital tersebut juga telah membuahkan hasil yang menjanjikan, termasuk dalam meningkatkan ketepatan penawaran produk yang sesuai dengan karakter setiap segmen.

Dari sisi kondisi finansial, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang relatif tinggi. Free Cash Flow (FCF) juga ada pada tingkat yang sehat, yaitu sebesar Rp 1,40 triliun.

Untuk jumlah utang bersih berkurang hingga 15% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Demikian juga rasio utang bersih terhadap EBITDA juga yang terus membaik hingga mencapai 0,6x. XL Axiata saat ini juga tidak memiliki pinjaman dalam denominasi US Dollar. Sebesar 66% dari pinjaman di antaranya berbunga floating dan pembayarannya terkelola hingga dua tahun ke depan.

Peluang Bisnis

XL Axiata melihat sejumlah peluang positif di dalam Industri Telekomunikasi Indonesia. Salah satunya adalah terkait kemungkinan terjadinya konsolidasi operator, di mana hal tersebut akan membawa dampak yang menyehatkan Industri Telekomunikasi secara umum.

Selanjutnya, cara kerja digital, sekolah, dan kehidupan sehari-hari akan menciptakan permintaan data dalam jangka panjang. Peluang lainnya berupa peningkatan permintaan layanan fixed broadband (FTTH), di mana XL Axiata telah memiliki layanan XL Home dengan area layanan yang terus meningkat, serta sambungan yang terus bertambah.

Selain itu, keberadaan UU Ciptakerja menghadirkan manfaat positif jangka panjang, termasuk di antaranya efisiensi capex dan opex guna menyediakan layanan 5G.

Pada sisi lain, XL Axiata melihat adanya sejumlah tantangan yang harus dihadapi tahun 2021. Salah satunya adalah akan terus berlanjutnya kompetisi yang ketat antaroperator.

Meningkatnya intensitas kompetisi sejak akhir tahun 2020 lalu terasa berdampak pada pertumbuhan industri. Selain itu, pandemi Covid-19 sepertinya masih akan terus membayangi selama Semester 1 2021 ini. Kondisi ekonomi mungkin baru akan mulai membaik mulai Semester 2 mendatang.

Terkait penanganan Covid-19, XL Axiata terus melaksanakan berbagai inisiatif baik berupa program perlindungan bagi karyawan, maupun dukungan kepada pelanggan dan masyarakat.

Beberapa program terbaru adalah menyelenggarakan Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI Depok, bagi warga lansia KTP Nasional, meningkatkan kapasitas jaringan di sekitar rumah sakit rujukan Covid-19, menyelenggarakan program dukungan permodalan untuk UMKM, bantuan donasi smartphone untuk belajar daring bagi para pelajar tidak mampu, serta mendukung program pemerintah untuk kelancaran pembelajaran jarak jauh bagi pelajar sekolah dan mahasiswa.(rel)

Previous articlePolitisi PKS Serap Aspirasi dan Bagi-bagi Sembako ke Porter Bandara
Next articleMantan Sekprov Sumbar Wafat, Gubernur: Mari Tiru Prinsip Hidup Beliau