Cabai Merah Terjun Bebas Rp 18 Ribu per Kg

30
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Raya Padang menata dagangannya, kemarin. (IST)

Harga cabai merah terjun bebas ke level Rp 18 ribu per kilogram sejak beberapa hari terakhir. Penurunan harga ini disebabkan karena petani pemasok cabai merah di beberapa daerah sedang panen raya, sehingga stoknya berlimpah di pasaran.

Pantauan Padang Ekspres, Rabu (26/5) di Pasar Raya Padang, terlihat pasokan cabai merah jawa dan lokal di beberapa kios pedagang sangat banyak yang datang dari berbagai daerah pemasok, sebab itu harga cabai merah tersebut turun drastis.

Pemilik Kios Anton Bur Blok II Pasar Raya Padang, Tinton Burhan, 38 mengatakan, turunnya harga cabai merah jawa dan lokal tersebut karena pasokan dari petani sangat banyak ke pasaran, karena telah memasuki masa panen.

“Ya, harganya kembali turun dua hari belakangan ini. Biasanya cabai merah jawa dijual Rp 24 ribu per kilogram sekarang Rp 18 ribu per kilogram dan cabai lokal dari biasanya Rp 22 ribu kilogram, kini Rp 18 ribu kilogram,” ungkapnya.

Di samping itu, sambungnya, turunnya harga cabai merah jawa dan lokal, juga mempengaruhi harga sejumlah jenis cabai lainnya seperti harga cabai hijau dan cabai rawit.

“Cabai hijau dari biasanya Rp 16-18 ribu per kilogram, turun ke Rp 12-14 ribu per kilogram dan cabai rawit dari Rp 30 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 24 ribu per kilogram,” paparnya.

Kendati semua jenis cabai turun, namun tidak mempengaruhi harga sejumlah jenis bahan dapur lainnya. Misalnya, bawang merah dan bawang putih cenderung masih stabil di pasaran. “Harganya masih normal. Bawang merah Rp 24 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 22 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Sementara harga kentang dan tomat justru terjadi kenaikan sejak beberapa hari belakangan, lantaran pasokan yang datang sedikit ke pasaran. “Harga kentang lumayan tinggi naiknya, biasanya Rp 10 ribu per kilogram, sekarang Rp 12 ribu per kilogram dan harga tomat dari Rp 8 ribu per kilogram, kini Rp 9 ribu per kilogram,” jelasnya.

Hal senada juga diutarakan Pemilik Kios Rommy Blok II Pasar Raya Padang, Rommy, 41. Dia menyampaikan, penurunan harga cabai merah karena banyaknya pasokan ke pasaran dari dalam dan luar kota. Seperti dari Medan, Kerinci, Jawa dan Pasaman. “Biasanya stok cabai merah datang ke kios dalam sehari itu hanya mencapai 100-150 kilogram saja. Sekarang ini melonjak drastis hingga 400 kilogram,” terangnya.

Baca Juga:  Lin Che Wei Tersangka Kasus Migor, Andre Dukung Penuh Kerja Jaksa Agung

Kendati demikian, ungkap Rommy, tidak tertutup kemungkinan harga cabai merah bisa saja terjadi kenaikan sewaktu-waktu di pasaran. “Harganya masih berfluktuatif, bisa turun dan juga naik. Tergantung pasokan yang masuk, jika pasokan melimpah, cabai merah akan turun, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Salah seorang pembeli cabai merah, Ayu Setya Ningsih, 34 mengaku senang karena harga cabai merah mengalami penurunan harga yang cukup drastis di pasaran beberapa hari terakhir.

“Jadi mumpung sekarang harganya lagi turun, makanya beli banyak. Apalagi orang rumah suka makanan pedas, makanya sekarang beli cabai merah langsung dua kilogram, untuk stok di rumah,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Guswardi mengatakan penurunan harga tersebut akibat sejumlah daerah yang menjadi sentra produksi cabai merah mengalami panen raya. Di antaranya, beberapa daerah di Sumbar dan pulau Jawa.

“Sehingga harga cabai merah yang sebelumnya rata-rata di kisaran Rp 30-35 ribu per kilogram, kini turun drastis menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Sebab, pasokannya yang melimpah ke pasaran,” kata Guswardi.

Ia menjelaskan, sesuai dengan mekanisme pasar, jika ketersedian barang banyak dan permintaan sedikit maka harga akan jatuh. Sehingga petani dirugikan oleh penurunan harga dipasaran yang terlalu rendah. “Jadi dengan harga cabai merah yang jatuh di pasaran saat ini, konsumen akan diuntungkan dan bagi petani akan dirugikan,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan, perlu dibuat semacam jalan keluar oleh pemerintah, bagaimana ketika harga cabai merah jatuh, bisa ditampung dahulu. Sebab, akan menolong para petani dari kerugian.

“Kami bermaksud mencari jalan keluarnya dengan membuat tempat pengolahan cabai merah menjadi produk seperti cabai kering, cabai bubuk dan pasta cabai. Sehingga sewaktu cabai merah jatuh bisa di tampung dulu. Jadi akan bisa menguntungkan para petani,” pungkasnya. (r)