Harga Emas Naik, Minat Beli Meningkat

7578
Ilustrasi. (net)

Setelah sempat turun, harga emas 24 karat kembali naik. Meski demikian, penjualan emas perhiasan di Kota Pariaman mengalami peningkatan. Seperti pantauan Padang Ekspres di Toko Emas Murni Pasar Pariaman, Jumat (26/6), terlihat sejumlah warga membeli emas perhiasan.

Rata-rata konsumen yang membeli emas 24 karat lebih memilih membeli emas perhiasan dengan berat diatas lima gram atau dengan satuan dua emas. Penjualan emas perhiasan di Kota Pariaman menggunakan satuan emas dengan berat 2,5 gram emas.

“Alhamdulillah transaksi di toko sembako milik saya mulai ramai sebulan terakhir. Keuntungannya dibelikan sedikit cincin emas untuk menabung,” ujar Malini, 38, warga Jati Pariaman.

Pemilik Toko Emas Murni, Emilia kepada Padang Ekspres menyebutkan selama dua hari terakhir harga emas 24 karat berangsur naik sekitar Rp 10 ribu per emas. Jika sebelumnya harga emas perhiasan Rp 1.940.000 per emas saat ini naik menjadi Rp1.960.000 per emas.

Sementara emas cukim yang merupakan bahan untuk membuat emas perhiasan naik dari Rp 780 ribu per gram menjadi Rp 800 ribu per gram. Untuk logam mulia emas batangan produksi antam dan UBS naik dari harga Rp 800 ribu menjadi Rp815 ribu per gram. Namun demikian sebut Emilia, justru disaat harga emas naik ini penjualan emas meningkat pesat. Jika saat harga emas turun penjualan hanya sekitar 30 persen, saat naik meningkat menjadi 70 persen.

“Dulu saat turun yang menjual emas kurang lebih 70 persen yang beli cuma 30 persen. Alhamdulillah seiring berlakunya new normal, ekonomi mulai pulih, jadi banyak yang kembali membeli emas,”ujarnya.

Bagi warga Pariaman, sebut Emil, emas masih menjadi pilihan untuk menabung dan pilihan warga rata-rata emas perhiasan.  Konsep berhias sambil menabung sudah melekat dipikiran konsumen di Pariaman.

Sehingga untuk logam mulia jenis batangan seperti antam dan UBS belum terlalu banyak peminatnya. Begitu juga dengan emas cukim, hanya satu atau dua orang yang membeli.  Meskipun jika emas perhiasan dijual kembali potongan ongkos pembuatan untuk emas perhiasan cukup tinggi, sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per emas. Sedangkan emas batangan Rp 10 ribu pergram.

Karena digunakan untuk menabung pilihan warga rata-rata pada cincin dan gelang. Pada perhiasan ini emasnya lebih padat jika dibandingkan perhiasan kalung. “Rata-rata berat yang dibeli konsumen saat ini diatas 2 emas atau 5 gram. Mereka pilih model yang simpel-simpel saja karena memang untuk menabung,” ujarnya. (nia)