BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Segmen Ultra Mikro Rp9,7 Triliun

42

BTPN Syariah sebagai bank yang fokus melayani prasejahtera produktif Indonesia terus menunjukkan kinerja baik. Pasalnya, meski di tengah pandemi, penyaluran pembiayaan ke segmen ultra mikro mencapai Rp 9,7 triliun pada kuartal pertama 2021.

Angka ini tumbuh sebesar 6 persen dari periode yang sama di tahun 2020. Pertumbuhan pembiayaan yang sehat ini juga disertai dengan konsistensi dalam menjaga kualitas pembiayaan yang sangat hati-hati.

Hal itu disampaikan Direktur BTPN Syariah Arief Ismail didampingi Communication Head Ainul Yaqin, Kepala Pembiayaan Sumbar Pitriyatin, dan Branch Manager BTPN Syariah Padang Titied Desya saat Silaturahmi BTPN Syariah bersama Media di Padang, secara virtual, Jumat (25/6/2021).

Dia mengatakan, kemampuan BTPN Syariah dalam menjaga kinerja juga tercermin dalam perolehan laba bersih setelah pajak (NPAT) selama kuartal pertama 2021 mencapai Rp 375 miliar atau setara dengan 44 persen laba bersih tahun 2020.

“Adapun Dana Pihak Ketiga juga meningkat sebesar 9 persen, mencapai Rp 10,5 triliun. Selain itu, BTPN Syariah juga berhasil mencatat total aset dan total ekuitas menembus milestone level 17 triliun dan level Rp 6 triliun yaitu pada Rp 17,3 triliun dan Rp 6,3 triliun,” paparnya.

Total pertumbuhan asset dan ekuitas tersebut mencapi 8 persen dari pada periode yang sama tahun lalu. Seluruh pertumbuhan yang baik ini menandakan bahwa ketangguhan prasejahtera Indonesia menghadapi pandemi berada pada posisi yang optimis.

Di sisi lain, kinerja BTPN Syariah yang sehat dan terus tumbuh juga tak lepas dari talenta terbaik dan tepat dalam menjalankan bisnis bank. Oleh karena itu, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan Rabu (21/6) di Jakarta, telah menyetujui pengangkatan Dwiyono Bayu Winantio sebagai Direktur Bisnis.

Baca Juga:  Puluhan Nasabah BRI di Sumbar Belanja Gratis di Dua Swalayan Ini...

Pengangkatan ini telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara Direktur Utama dijabat Hadi Wibowo, Direktur Kepatuhan Arief Ismail, Direktur Fachmy Achmad, Dwiyono Bayu Winantio, dan M. Gatot Adhi Prasetyo.

Lalu, Komisaris Utama/Independen Kemal Azis Stamboel, Komisaris Independen Dewie Pelitawati, Komisaris dijabat Mahdi Syahbuddi dan Yenny Lim. Sedangkan Dewan Pengawas Syariah diketuai Ikhwan Abidin, dengan Anggota Muhammad Faiz.

Keputusan penting lain yang dihasilkan dalam RUPST, lanjut Arief, yaitu menyetujui pembagian dividen tunai dengan porsi pay out ratio yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu dari 25 persen menjadi 30 persen. Nilai dividen per saham yang dibagikan adalah Rp 33 per lembar saham.

Untuk itu, BTPN Syariah komit akan memperkuat percepatan pertumbuhan bank dan terus memaksimalkan ketangguhan Prasejahtera Indonesia. Selain itu, memaksimalkan pelayanan, menyesuaikan kebutuhan nasabah prasejahtera produktif yang terus berubah, serta meningkatkan kesejahteraan dengan melakukan berbagai inovasi berkelanjutan.

“Salah satunya menggunakan teknologi untuk kebaikan. Dengan teknologi dan pelayanan dari hati yang menjadi ciri BTPN Syariah selama ini, kami bertekad untuk mewujudkan aspirasi membangun Sharia Digital Ecosystem for Unbanked,” tutup Arief. (rel)