Menkeu Optimistis Ekonomi RI tak Masuk Jurang Resesi

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. (Jawapos.com)

Ekonomi Singapura dan Korea Selatan sudah jatuh ke jurang resesi. Berbagai lembaga ekonomi juga memprediksi Indonesia akan menyusul kedua negara tersebut. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis Indonesia bisa selamat.

Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang berada di masa kritis. Berdiri persis di pinggir jurang resesi. Malah satu kaki sudah berada di jurang resesi. Soalnya pertumbuhan ekonomi di kuartal II diprediksi tumbuh minus di angka sekitar 4,3 persen. Tinggal satu kaki yang masih menjejak tanah yaitu pertumbuhan ekonomi (PE) kuartal III.

Jika kaki tersebut juga ikutan tergelincir, ekonomi Indonesia secara teori resmi nyemplung ke jurang resesi. Artinya Indonesia akan mengikuti negara lain seperti Singapura dan Korea Selatan yang sudah lebih dulu terperosok ke jurang resesi.

Sejumlah lembaga ekonomi lokal maupun global, memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III masih akan negatif. Indef misalnya, memprediksi ekonomi kuartal ketiga akan minus 1,3-1,7 persen. Bank Dunia memprediksi hal serupa. Ekonomi kuartal II dan III diprediksi negatif jika masih memberlakukan pembatasan sosial.

Bukan hanya mereka yang memprediksi resesi, Bank Indonesia (BI) sekalipun menyiratkan hal yang sama. Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Juda Agung memprediksi, ekonomi kuartal II dan III akan tumbuh minus.

Lalu, bagaimana tanggapan Sri Mulyani? Dia optimistis ekonomi RI tak akan masuk ke jurang resesi. Ber kali-kali ia menyampaikan keyaki nannya itu kepada publik. Kemarin saat mengisi acara festival keuangan secara online, dia masih menyebarkan optimismenya.

Menurut dia, ekonomi di kuartal II memang akan terkontraksi cukup dalam. Penyebabnya ada lah pemberlakuan PS BB sampai ter hentinya sektor pariwisata. Namun, ia berharap, ekonomi akan mulai pulih di kuartal III. “Kami berhadap kuartal III di mana Juli, Agustus, September ini kita mampu untuk segera bertahap memulihkan ekonomi kembali,” kata Sri Mul.

Sehari sebelumnya, ia menyampaikannya serupa. Dia bilang, ekonomi kuartal II memang berat. Sangat mungkin kuartal III juga tumbuh negatif. Namun ia berharap bisa menghindari.

Salah satu cara yang dilakukan adalah pemerintah akan terus menggencarkan seluruh belanja-belanja agar cepat sampai ke masyarakat. Dengan cara itu, ia berharap ekonomi di kuartal tiga bisa rebound. “Ka lau kita bisa turn positif, kita bisa terhindar dari resesi. Maka kita bisa skenario positif 1 persen untuk keseluruhan tahun ini,” jelasnya.

Wakil Ketua Indef, Eko Listiyanto mengatakan, dalam kajian yang dilakukan Indef, Indonesia kemungkinan kena resesi ekonomi ada. Karena itu, ia berharap, pemerintah serius dalam memitigasi berbagai kemungkinan terburuk. Sehingga apa yang disampaikan menkeu jadi kenyataan bukan hanya harapan palsu.

Menurut Eko, salah satu kunci agar bisa keluar dari jurang resesi adalah mengoptimalkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Apabila program ini tidak berjalan efektif, Indonesia sulit keluar dari jurang resesi,” kata Eko, kemarin.

Ekonom Senior Chatib Basri mengatakan, kunci agar ekonomi tak tergelincir ke jurang resesi ada di kuartal III. Kalau di kuartal III ekonomi bisa bangkit, mungkin kita selamat. Dia melihat, aktivitas ekonomi sudah terlihat tumbuh setelah pemerintah melonggarkan PSBB. Restoran, mal dan hotel sudah mulai buka. Sebagian masyarakat mulai beraktivitas dengan memberlakukan protokol kesehatan.

Hanya saja, kata dia, ini juga membawa masalah sendiri. Apakah aktivitas ekonomi dengan protokol kesehatan ini cukup untuk menumbuhkan ekonomi. Soalnya protokol kesehatan berdampak pada skala ekonomi atau volume. Pesawat hanya bisa untung kalau memuat penumpang lebih dari 60 persen. Begitu juga hotel dan restoran. (bcg/jpg)