Andre Rosiade Dukung Pemeriksaan Jaga Jarak di Bandara dan Pesawat

45
Andre Rosiade

Kabar adanya penumpang positif Corona di pesawat Batik Air tengah menjadi perbincangan setelah Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melarang maskapai tersebut masuk ke Pontianak.

Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar H Andre Rosiade SE meminta ini dijadikan momentum untuk memeriksa penerapan physical distancing di dalam pesawat terutama di maskapai swasta. Begitu juga di bandara.

“Saya minta Angkasa Pura memastikan protokol kesehatan itu benar-benar diberlakukan di dalam pesawat, jangan sampai kursi tiga, diisi tiga penumpang. Seharusnya di tengahnya kosong. Kalau di maskapai milik negara seperti di Garuda dan citilink, itu saya saksikan sendiri sudah berjalan,” kata Andre dalam keterangan tertulis, Minggu (27/12).

Hal sebaliknya diterima Andre berkaitan dengan penerapan jaga jarak di maskapai swasta. Dia mendapatkan informasi dari masyarakat protokol kesehatan belum sepenuhnya dilakukan.

“Jangan sampai, saya mendengar dari masyarakat bahwa di maskapai yang swasta tidak ada physical distancing. Kursi tiga, diisi tiga, Ini nggak boleh. Ini momentum untuk pemerintah dalam hal ini, untuk AP 1 dan AP 2 untuk memantau prokes dalam pesawat. Jangan sampai maskapai menjual tiket seluruh kursi,” tutur ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu.

Baca Juga:  Apresiasi Kinerja JBP, PKT Reward 13 Kios di Jatim, Gorontalo dan Sulsel

Andre meminta semua pihak harus tegas dalam menghadapi melonjaknya wabah COVID-19 ini. “Saya dukung langkah pemerintah untuk mengantisipasi agar wabah Corona bisa hilang. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan di dalam pesawat,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Berkaitan dengan isu adanya penumpang positif Corona di pesawat, Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan penerbangan yang dimaksud adalah Batik Air pada 22 Desember 2020 dengan penerbangan ID-6220 rute Jakarta ke Pontianak. Danang menyebut pihaknya telah melakukan protokol kesehatan sesuai aturan. (*)